- Arab Saudi Salurkan 100 Ton Kurma ke Indonesia Jelang Ramadan, Siap Dibagi ke Masjid hingga Kampus
- Pre Launching Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Dua Rute Baru Segera Dibuka
- Menkeu Purbaya Siapkan Rp55 Triliun untuk THR ASN 2026, Target Cair Awal Ramadan
- Viral! Siswi MTs di Sigi Minta Menu MBG Dibuat Enak untuk Kado Ulang Tahun Ayahnya
- Johnny Limbunan Cup ke-18 Resmi Bergulir, Wadah Pembinaan Atlet Sulteng
- Sulteng Disambar 26.003 Petir dalam Sepekan, 10 Februari Paling Tinggi
- Aksi Bersih Serentak di Pantai Kampung Nelayan dan Pasar Masomba, 3 Ton Sampah Diangkut
- Jembatan Palu IV dan Elevated Road Resmi Dibuka, Warga Sudah Bisa Melintas
- Sesar Palu Koro Aktif, Donggala Tiga Kali Diguncang Gempa
- Denda Tunggakan BPJS Kelas 3 Akan Dihapus, Perpres Disiapkan
NTB Tempati Posisi Tiga Besar Daerah Penghasil Tembakau Nasional

Keterangan Gambar : Ilustrasi perkebunan tembakau. (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Mataram – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menempati posisi tiga besar daerah penghasil tembakau terbesar di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian tahun 2024, NTB memiliki luas areal tembakau mencapai 44.333 hektare dengan total produksi daun tembakau kering sebanyak 77.345 ton.
Baca Lainnya :
- Bukan Palu, Bangkep dan Balut Jadi Daerah Paling Gemar Membaca di Sulteng
- Lombok Naik Peringkat, Jadi Pulau Terbaik Kedua di Asia
- Tak Hanya Pertengkaran dan Ekonomi, Kebiasaan Mabuk Alkohol Jadi Alasan Cerai di Sulteng
- Dari Palu hingga Morowali, Ini 5 Daerah dengan Kasus Perceraian Terbanyak di Sulteng
- admin
Dari total 267.060 hektare lahan tembakau di Indonesia, Jawa Timur masih mendominasi dengan 147.926 hektare dan total produksi mencapai 186.509 ton, atau sekitar 55,39 persen dari total nasional.
Di posisi kedua ada Jawa Tengah dengan 54.851 hektare dan produksi 69.326 ton atau 20,54 persen.
NTB menyusul di posisi ketiga dengan kontribusi 16,60 persen terhadap total areal tembakau nasional.
Kementerian Pertanian juga mencatat, produksi tembakau nasional tahun 2024 naik signifikan menjadi 351.363 ton, meningkat dari 286.510 ton pada tahun 2023. (Nul/Nl)










