- KONI Sulteng Dukung Perhelatan Piala Soeratin U-15 dan U-17 hingga Penutupan
- Toili Disiapkan Jadi Percontohan Pertanian Modern di Sulawesi Tengah
- Produksi Perikanan Sulteng Naik, Capai 658 Ribu Ton pada 2025
- Indonesia Dikelilingi 14 Zona Megathrust, Ini Daftar dan Potensi Magnitudonya
- Ratusan Sopir Truk Keluhkan QR Code BBM Subsidi, Pertamina Siapkan Layanan di SPBU Mamboro
- Rekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu Palu, Tersangka Peragakan 34 Adegan
- Usia 17 Tahun Bakal Otomatis Punya Rekening Bank, Ada Saldo Rp50 Ribu
- Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda Saat Menuju Lokasi Gunung Anak Krakatau
- Harga Beras Naik di Musim Kemarau, Pemerintah Siapkan Tambahan 1 Juta Ton Beras SPHP
- Masih Terdampak Erupsi, Empat Maskapai Kembali Batalkan Penerbangan Rute Palu-Jakarta
Mahasiswa Palu Barhasil Hack Situs BMKG
Mahasiswa Asal Sulawesi Tengah Dapat Apresiasi dari BMKG Usai Temukan Celah Keamanan

Jakarta – Seorang mahasiswa asal Sulawesi Tengah, Ananda Saputra, berhasil mengukir prestasi yang tidak biasa. Berbekal kemampuan di bidang keamanan siber, Ananda menemukan celah kerentanan pada sistem situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Alih-alih menyalahgunakan temuannya, Ananda memilih untuk melaporkan kerentanan tersebut secara resmi kepada pihak BMKG. Sikap etis dan profesional inilah yang kemudian membawanya pada apresiasi langsung dari lembaga negara tersebut.
Baca Lainnya :
- Persoalan Lahan Eks HGB di Palu Dibahas Bersama ATR/BPN
- Polemik Tambang Liar, Legalitas Skema Koperasi Dinilai Bisa Jadi Solusi
- Polemik HGB Warga Palu, Gubernur Anwar Hafid Pastikan Hak Warga Dikawal
- Longsor Tengah Malam Tutup Jalur Kebun Kopi dan Timbun 9 Kendaraan
- Asprindo Gandeng BRI Buka Peluang Pembiayaan Luas bagi UMKM Sulteng
Dalam keterangan resminya, BMKG menyampaikan penghargaan atas kontribusi Ananda dalam membantu menjaga keamanan sistem informasi mereka. Sebagai bentuk apresiasi, Ananda menerima sertifikat penghargaan resmi dari BMKG.
“Langkah yang diambil Ananda menunjukkan contoh nyata bagaimana kemampuan di bidang siber dapat digunakan untuk tujuan positif dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar salah satu perwakilan BMKG.
Ananda sendiri berasal dari Desa Balinggi Jati, Sulawesi Tengah. Ia mengaku tidak menyangka bahwa aksinya akan mendapat perhatian langsung dari BMKG. “Saya hanya ingin membantu. Bagi saya, menjaga keamanan siber bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tanggung jawab,” tutur Ananda.
Kisah ini sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda di daerah bahwa potensi besar dalam dunia teknologi bisa memberikan dampak nyata jika diarahkan dengan benar.
Dengan pencapaiannya ini, Ananda menegaskan bahwa seorang mahasiswa dari daerah pun mampu memberikan kontribusi penting bagi keamanan digital nasional.




.jpg)





