Lapor ke Prabowo, Kepala BNPB Sebut Karhutla Diprediksi Mereda Mulai Pertengahan Oktober

By Inul Irfani 14 Okt 2026, 12:43:22 WIB Bencana
Lapor ke Prabowo, Kepala BNPB Sebut Karhutla Diprediksi Mereda Mulai Pertengahan Oktober

Keterangan Gambar : Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto melaporkan perkembangan Karhutla kepada Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Sekretariat Presiden/Youtube/Tangkapan layar)


Likeindonesia.com, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diprediksi mulai mereda pada pertengahan Oktober hingga November 2026.


Suharyanto menyebut, hujan alami diperkirakan mulai turun pada periode tersebut sehingga dapat membantu proses pemadaman karhutla.

Baca Lainnya :


“Paling tidak di bulan Oktober ini, mudah-mudahan nanti begitu prediksi BMKG sudah mulai turun hujan alami di pertengahan Oktober sampai dengan November dan selanjutnya, setelah musim hujan turun tentu saja kondisi karhutla akan lebih baik,” ujar Suharyanto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026), dikutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden.


Dalam laporannya, Suharyanto menyampaikan bahwa hingga 12 Oktober 2026, masih terdapat dua provinsi dengan kondisi karhutla cukup berat, yakni Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Kedua wilayah tersebut menghadapi kebakaran lahan baru, kabut asap tebal, serta jarak pandang rendah yang mengganggu penerbangan komersial.


Sementara itu, kondisi karhutla di empat provinsi lainnya, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Jambi, dan Riau, relatif lebih baik.


Berdasarkan data penanganan di lapangan, luas lahan yang masih terbakar di enam provinsi prioritas mencapai 639,23 hektare. Kebakaran terbesar terjadi di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, dengan luas mencapai 513 hektare.


Untuk menangani kebakaran di wilayah tersebut, BNPB menambah personel dan peralatan satuan tugas (satgas) darat. Operasi pemadaman di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan masih mengandalkan operasi darat karena helikopter water bombing belum dapat terbang dalam beberapa hari terakhir akibat jarak pandang rendah.


Sementara itu, untuk wilayah yang sulit dijangkau satgas darat, BNPB mengerahkan helikopter water bombing dan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC), di antaranya di Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Tanjung Puting, serta Halmahera Timur, Maluku Utara.


BNPB juga mengoptimalkan potensi pertumbuhan awan hujan untuk mendukung operasi modifikasi cuaca. Sebanyak empat pesawat OMC disiagakan di Kalimantan Tengah, yakni dua dari Syamsudin Noor, satu dari Tjilik Riwut, dan satu dari Pangkalan Bun. Adapun operasi modifikasi cuaca untuk Sumatera Selatan akan dilakukan melalui Bandara Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.


Suharyanto menyebut, berdasarkan prediksi BMKG, musim hujan alami di Kalimantan Tengah diperkirakan mulai pada dasarian pertama Oktober, yakni 11-20 Oktober 2026. Sementara itu, Sumatera Selatan diprediksi memasuki musim hujan pada dasarian ketiga Oktober, yakni 21-30 Oktober 2026. (nul)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.