Antrean Solar di SPBU Diponegoro Palu Berujung Penganiayaan, Sopir Truk Dipukul Pakai Batako

By Inul Irfani 12 Okt 2026, 14:47:41 WIB Kriminal
Antrean Solar di SPBU Diponegoro Palu Berujung Penganiayaan, Sopir Truk Dipukul Pakai Batako

Keterangan Gambar : Situasi SPBU Jalan Diponegoro, Kota Palu, Jumat (9/10/2026) malam. (Foto: Humas Polresta Palu)


Likeindonesia.com, PALU - Antrean bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU Jalan Diponegoro, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, berujung penganiayaan. 


Seorang sopir truk berinisial FA (35) mengalami luka di bagian belakang kepala setelah diduga dipukul menggunakan batako oleh sesama sopir truk berinisial EK.

Baca Lainnya :


Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 20.15 Wita, saat korban hendak memindai barcode untuk pengisian solar.


Pelaku diduga tiba-tiba memukul bagian belakang kepala korban menggunakan benda keras berupa batako.


Kapolresta Palu Kombes Pol Heri Rosena melalui Kapolsek Palu Barat IPTU Irfan membenarkan kejadian penganiayaan tersebut.


Akibat pemukulan itu, FA harus mendapatkan perawatan medis di RS Anutapura Palu. Korban diketahui berdomisili di Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi.


Aksi pemukulan tersebut disaksikan NA (51), petugas yang mengatur antrean BBM. Saksi lainnya, Supratman (45), petugas Dinas Perhubungan Kota Palu, juga membenarkan adanya keributan di sisi barat SPBU.


Situasi sempat memanas sekitar pukul 21.00 Wita ketika sekitar 20 orang dari pihak keluarga korban mendatangi lokasi dengan membawa senjata tajam berupa parang.


Polisi kemudian mengamankan lokasi dan menghubungi pelaku agar menyerahkan diri. EK akhirnya diamankan di Polsek Palu Barat untuk menjalani proses hukum.


Penyaluran solar di SPBU tersebut sempat dihentikan sementara setelah insiden terjadi. Petugas juga mengimbau keluarga korban agar tetap tenang dan tidak terprovokasi.


Keluarga korban diarahkan untuk membuat laporan polisi serta menjalani visum et repertum (VER) sebagai bagian dari proses penyelidikan.


Penganiayaan tersebut diduga berkaitan dengan permasalahan sebelumnya antara korban dan pelaku. Pengamanan dan pengawasan antrean BBM dinilai perlu diperketat guna mencegah kejadian serupa. (nul)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.