- Salena Dilanda Krisis Air Bersih, Sungai Mengering akibat El Nino
- Ratusan Personel Gabungan Gerebek Lokasi Peredaran Narkoba di Kayumalue, 7 Orang Diamankan
- Antrean Solar di SPBU Diponegoro Palu Berujung Penganiayaan, Sopir Truk Dipukul Pakai Batako
- Aturan Wajib Halal Berlaku 18 Oktober, BPJPH Wanti-wanti Penipuan Berkedok Sanksi
- Kabut Asap Karhutla Meluas di Sulteng, Gubernur Imbau Warga Pakai Masker
- Sarang Narkoba di Tavanjuka Palu Digerebek, Bong hingga Senjata Tajam Diamankan
- Biaya Haji 2027 Turun, Jemaah Dapat Subsidi Pemerintah Rp3,2 Juta
- Kenaikan Harga Cabai di Sulteng, Rawit Merah Tembus Rp115 Ribu per Kg
- KONI Sulteng Dukung 7 Atlet Panahan Berlaga di Kejurnas Senior 2026
- 10 Website Downloader untuk Pengguna yang Membutuhkan Download Video Praktis
Antrean Solar di SPBU Diponegoro Palu Berujung Penganiayaan, Sopir Truk Dipukul Pakai Batako

Keterangan Gambar : Situasi SPBU Jalan Diponegoro, Kota Palu, Jumat (9/10/2026) malam. (Foto: Humas Polresta Palu)
Likeindonesia.com, PALU - Antrean bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU Jalan Diponegoro, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, berujung penganiayaan.
Seorang sopir truk berinisial FA (35) mengalami luka di bagian belakang kepala setelah diduga dipukul menggunakan batako oleh sesama sopir truk berinisial EK.
Baca Lainnya :
- Polda Sulteng Jadwalkan Pemeriksaan Para Leader OMC Wilayah Pekan Ini
- Kampanye Stop Perkawinan Usia Anak di Palu, Anak-Anak Serukan Pentingnya Lindungi Masa Depan
- Aksi Kejahatan Tak Mengenal Waktu, Warga Kota Palu Jadi Korban Pembusuran
- Jatam Sulteng Adukan Tambang Ilegal Poboya ke Komnas HAM Sulteng, Desak Penegakan Hukum Serius
- SMK Bina Bakat Palu Kehilangan Akses Dapodik, Siswa Gagal Ujian Nasional
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 20.15 Wita, saat korban hendak memindai barcode untuk pengisian solar.
Pelaku diduga tiba-tiba memukul bagian belakang kepala korban menggunakan benda keras berupa batako.
Kapolresta Palu Kombes Pol Heri Rosena melalui Kapolsek Palu Barat IPTU Irfan membenarkan kejadian penganiayaan tersebut.
Akibat pemukulan itu, FA harus mendapatkan perawatan medis di RS Anutapura Palu. Korban diketahui berdomisili di Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi.
Aksi pemukulan tersebut disaksikan NA (51), petugas yang mengatur antrean BBM. Saksi lainnya, Supratman (45), petugas Dinas Perhubungan Kota Palu, juga membenarkan adanya keributan di sisi barat SPBU.
Situasi sempat memanas sekitar pukul 21.00 Wita ketika sekitar 20 orang dari pihak keluarga korban mendatangi lokasi dengan membawa senjata tajam berupa parang.
Polisi kemudian mengamankan lokasi dan menghubungi pelaku agar menyerahkan diri. EK akhirnya diamankan di Polsek Palu Barat untuk menjalani proses hukum.
Penyaluran solar di SPBU tersebut sempat dihentikan sementara setelah insiden terjadi. Petugas juga mengimbau keluarga korban agar tetap tenang dan tidak terprovokasi.
Keluarga korban diarahkan untuk membuat laporan polisi serta menjalani visum et repertum (VER) sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Penganiayaan tersebut diduga berkaitan dengan permasalahan sebelumnya antara korban dan pelaku. Pengamanan dan pengawasan antrean BBM dinilai perlu diperketat guna mencegah kejadian serupa. (nul)









