- Ucu Susanto Tampung Usulan Warga soal Majelis Taklim hingga Pemberdayaan Remaja
- KONI Sulteng Dukung Perhelatan Piala Soeratin U-15 dan U-17 hingga Penutupan
- Toili Disiapkan Jadi Percontohan Pertanian Modern di Sulawesi Tengah
- Produksi Perikanan Sulteng Naik, Capai 658 Ribu Ton pada 2025
- Indonesia Dikelilingi 14 Zona Megathrust, Ini Daftar dan Potensi Magnitudonya
- Ratusan Sopir Truk Keluhkan QR Code BBM Subsidi, Pertamina Siapkan Layanan di SPBU Mamboro
- Rekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu Palu, Tersangka Peragakan 34 Adegan
- Usia 17 Tahun Bakal Otomatis Punya Rekening Bank, Ada Saldo Rp50 Ribu
- Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda Saat Menuju Lokasi Gunung Anak Krakatau
- Harga Beras Naik di Musim Kemarau, Pemerintah Siapkan Tambahan 1 Juta Ton Beras SPHP
SMK Bina Bakat Palu Kehilangan Akses Dapodik, Siswa Gagal Ujian Nasional

Keterangan Gambar : Nampak depan SMK Bina Bakat Palu di Jalan Soeprapto, Kota Palu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Polemik penonaktifan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) SMK Bina Bakat Palu terus bergulir.
Pihak sekolah mengaku dirugikan atas kebijakan tersebut karena berdampak langsung pada siswa yang gagal mengikuti Ujian Nasional selama dua tahun terakhir.
Baca Lainnya :
- Salut! Abdy Azwar Bukti Anak Palu Bisa Jadi Pembawa Berita di Korea Selatan
- Bangun Taman Baca di Lahan Sampah, Bhabinkamtibmas Diganjar Penghargaan dari Kapolda
- Puluhan Warga Palu Datangi Kantor OMC, Akun Terblokir dan Uang Tak Bisa Ditarik
- Gedung TK Kemala Bhayangkari 01 Sulteng Kembali Dibuka Usai Renovasi Total
- 352 Siswa Baru Ikuti MPLS di SMPN 4 Palu, KBM Dimulai 14 Juli
Kepala SMK Bina Bakat, Kartika Andi Masse menyatakan bahwa penonaktifan Dapodik terjadi tanpa pemberitahuan resmi.
Pihak sekolah baru menyadari sistemnya ditutup saat mencoba menginput data siswa baru pada 2023.
“Penutupan yang dibicarakan itu tidak ada dalam bentuk apapun. Tidak ada surat menyurat ke kami bahwa sekolah kami ditutup,” ujar Kartika kepada Likeindonesia.com, Rabu (9/7/2025).
“Yang menjadi permasalahan adalah Dapodik itu jantung sekolah. Tidak bisa kami akses untuk input data siswa, baik yang baru masuk maupun yang akan ikut ujian,” lanjutnya.
Kondisi ini menyebabkan puluhan siswa gagal mengikuti ujian nasional.
Banyak dari mereka akhirnya memilih pindah sekolah.
Menurut Kartika, saat ini hanya tersisa 12 siswa yang masih bertahan di SMK tersebut.
Menanggapi keluhan itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Yudiawati V. Windarrusliana menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menutup Dapodik sekolah tersebut.
Ia menyebut kebijakan penonaktifan hanya menyasar penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), bukan penutupan sekolah secara total.
“Kami tidak menonaktifkan atau menutup akun Dapodik sekolah. Yang kami nonaktifkan adalah penyaluran BOS," kata Yudiawati.
Ia menambahkan, masalah di SMK Bina Bakat telah berlangsung sejak lama.
Pihak Dinas Pendidikan Sulteng menemukan ketidaksesuaian jumlah siswa antara yang tercatat di Dapodik dan yang hadir di lapangan.
“Pada tahun 2021, kami melakukan berbagai upaya pembinaan dan monitoring. Ditemukan jumlah siswa yang hadir sangat jauh dari jumlah yang terdaftar di Dapodik. Selama tiga hari berturut-turut, tim kami hanya menjumpai 8 siswa, dan pernah maksimal hanya 19 orang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Yudiawati menyebut pihaknya sudah beberapa kali melakukan mediasi dan menawarkan solusi, termasuk mengizinkan siswa SMK Bina Bakat mengikuti ujian di sekolah lain.
Namun, tawaran itu ditolak pihak sekolah.
“Kami sebenarnya telah menawarkan solusi agar siswa mengikuti ujian di sekolah lain yang memenuhi syarat, sebagaimana dilakukan di beberapa sekolah lain seperti di Sihi. Namun pihak sekolah menolak solusi tersebut,” tegasnya.
Ia juga menyatakan kesiapan Dinas Pendidikan untuk mendukung pembangunan ulang sekolah, termasuk pembukaan izin baru, jika pihak yayasan bersedia berbenah.
Namun, hingga kini belum ada komitmen jelas dari pihak sekolah.
Persoalan ini mengemuka kembali setelah pihak SMK Bina Bakat menyampaikan keluhannya ke media. (Rul)





.jpg)




