- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
- Tim SAR Selamatkan Remaja Perempuan dari Atas Tower PLN di Tipo
KKN UNTAD Kolaborasi dengan Pengrajin Lokal Produksi Tempat Sampah dari Ban Bekas

Keterangan Gambar : Mahasiswa KKN 114 FEB 2 Universitas Tadulako (UNTAD). (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, Palu — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 114 FEB 2 Universitas Tadulako (UNTAD) menggandeng pengrajin lokal Kreasi Seni Ban Bekas, Mas Agung, untuk memproduksi tempat sampah berbahan ban bekas.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program kerja “Pengadaan Tempat Sampah dari Bahan Bekas” itu dilaksanakan di Jl. R.E. Martadinata, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Kamis (20/11/2025).
Baca Lainnya :
- Aloha 2026: Swiss-Belhotel Silae Palu Sambut Tahun Baru dengan Perayaan ala Tropis Hawaii
- Pakaian Cakar Mau Diganti Produk Lokal, Pemerintah Siapkan 1.300 Brand
- Menakertrans Tinjau Rencana Pembangunan Kampus Patriot di Sigi
- Program Dukungan Psikososial untuk 31 Sekolah Terdampak Gempa Poso Dimulai di Palu
- Rakerwil PSI Dimulai di Palu, Ahmad Ali: Sulawesi Adalah Rumah Bagi Banyak Kader Muda
Program tersebut digelar sebagai langkah kreatif dalam mengurangi limbah anorganik, terutama ban bekas yang termasuk kategori limbah B3 dan membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa bersama pengrajin lokal berupaya menunjukkan bahwa limbah ban bisa dimanfaatkan kembali menjadi produk fungsional.
Dalam proses pembuatan, para mahasiswa mendapatkan pendampingan langsung dari pengrajin Agung Muftioko. Tempat sampah yang dihasilkan akan ditempatkan di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNTAD sebagai fasilitas sekaligus elemen dekoratif karena memiliki nilai seni.
Koordinator program, Dedi Sugala, mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya memanfaatkan limbah anorganik.
“Kami ingin mengajak civitas akademik dan masyarakat melihat bahwa ban bekas bisa disulap menjadi sesuatu yang berguna, bukan sekadar menjadi tumpukan sampah yang mencemari lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, pengrajin Agung Muftioko menyampaikan apresiasinya atas antusias mahasiswa. Ia menilai, kerja sama tersebut dapat membuka ruang edukasi lebih luas tentang seni daur ulang dan pemanfaatan limbah ban.
Melalui program ini, mahasiswa berharap kesadaran pengelolaan limbah di lingkungan kampus semakin meningkat.
Tempat sampah dari ban bekas tersebut diharapkan menjadi contoh inovasi ramah lingkungan di Universitas Tadulako. (BIM/Nl)



_2.jpg)






