- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
Dua Rumah Rusak, Delapan Jiwa Terpaksa Mengungsi Setelah Angin Kencang di Buol

Keterangan Gambar : Dua rumah di Kelurahan Leok I, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, rusak akibat angin kencang yang melanda, Sabtu (29/11/2025). (Foto: Pusdalops BPBD Sulteng)
Likeindonesia.com, Buol — Hujan disertai angin kencang menyebabkan kerusakan rumah di Kelurahan Leok I, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol.
Insiden terjadi pada Sabtu (29/11/2025), sekitar pukul 17.15 WITA.
Baca Lainnya :
- Jembatan Gantung di Sojol Miring Akibat Banjir dan Longsor, Sejumlah Dusun Terisolasi Sementara
- Sulteng Masuk Deretan Provinsi Paling Sering Banjir di Indonesia
- Masjid Raya Baitul Khairaat Diproyeksikan Jadi Pusat Wisata Religi di Sulawesi Tengah
- Salat Jumat Perdana Tandai Mulainya Operasional Masjid Raya Baitul Khairaat Palu
- Layani 51 Ribu Penumpang, Purbaya Akui Belum Ada Petugas Bea Cukai di Bandara IMIP
Menurut data dari BPBD Sulawesi Tengah, angin kencang membuat tiang penyangga rumah bergerak dan satu rumah akhirnya rubuh.
Akibatnya, satu unit rumah mengalami kerusakan berat dan satu rumah lain rusak ringan.
Sebanyak dua kepala keluarga atau delapan jiwa, termasuk satu bayi, harus mengungsi dan tinggal sementara di tempat aman.
Satu warga dilaporkan menderita luka ringan. Warga setempat pun bergotong-royong mengevakuasi barang dan peralatan korban yang terendam air.
Pihak berwenang sudah melakukan assessment dan berkoordinasi dengan tim reaksi cepat di tingkat kabupaten.
Kebutuhan mendesak yang diidentifikasi adalah logistik bahan pokok serta penyediaan hunian sementara bagi warga terdampak.
Peristiwa ini terjadi di tengah periode cuaca ekstrem di Sulawesi Tengah, wilayah di Kabupaten Buol sempat dilanda banjir dan angin kencang dalam beberapa minggu terakhir. (Rul/Nl)










