- Bupati Sigi Buka Suara soal Jenazah Mantan Kades Diantar Pakai Ojek, Upayakan Akses Jalan Memadai
- KONI Sulteng Apresiasi Perkembangan Kickboxing dalam Musprov II KBI
- Lapor ke Prabowo, Kepala BNPB Sebut Karhutla Diprediksi Mereda Mulai Pertengahan Oktober
- 2.540 Pekerja di Sulteng Kena PHK Sepanjang Januari-September 2026
- Salena Dilanda Krisis Air Bersih, Sungai Mengering akibat El Nino
- Ratusan Personel Gabungan Gerebek Lokasi Peredaran Narkoba di Kayumalue, 7 Orang Diamankan
- Antrean Solar di SPBU Diponegoro Palu Berujung Penganiayaan, Sopir Truk Dipukul Pakai Batako
- Aturan Wajib Halal Berlaku 18 Oktober, BPJPH Wanti-wanti Penipuan Berkedok Sanksi
- Kabut Asap Karhutla Meluas di Sulteng, Gubernur Imbau Warga Pakai Masker
- Sarang Narkoba di Tavanjuka Palu Digerebek, Bong hingga Senjata Tajam Diamankan
Bupati Sigi Buka Suara soal Jenazah Mantan Kades Diantar Pakai Ojek, Upayakan Akses Jalan Memadai
_3.jpg)
Keterangan Gambar : Viral di media sosial jenazah mantan Kepala Desa (Kades) Masewo, Benyamin Noa, harus diantar menggunakan motor ojek menuju Desa Masewo, Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi. (Foto: Fb Wiro Sableng Sableng/Ist)
Likeindonesia.com, SIGI - Bupati Sigi, Mohammad Rizal Intjenae, angkat bicara terkait kondisi akses jalan di wilayah Pipikoro Timur, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang menjadi sorotan setelah jenazah mantan Kepala Desa (Kades) Masewo, Benyamin Noa, harus diantar menggunakan motor ojek menuju kampung halamannya.
Melalui akun Instagram @rizalintjenae, Kamis (15/10/2026), Rizal menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut. Ia mengakui akses jalan di wilayah Kalamanta hingga kini masih sulit dan belum memadai.
Baca Lainnya :
“Atas nama pribadi maupun Pemerintah Kabupaten Sigi, saya menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas peristiwa ini. Saya menyadari kondisi akses jalan di wilayah Pipikoro Timur, khususnya Kalamanta, hingga saat ini memang masih sangat sulit dan belum memadai,” tulis Rizal, Kamis (15/10/2026).
Ia mengatakan, pemerintah daerah telah berkomitmen membuka akses jalan dari Kalamanta menuju Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, sejak awal masa jabatannya bersama Wakil Bupati Sigi, Samuel Pongi.
Menurutnya, pembukaan akses tersebut diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.
Rizal menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sigi telah melakukan nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara. Pemerintah daerah juga terus mendorong agar rencana tersebut mendapat dukungan pemerintah pusat sehingga jalan itu dapat ditetapkan sebagai jalan nasional.
Ia turut menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Gubernur Anwar Hafid, memberikan dukungan terhadap upaya pembukaan akses jalan tersebut.
“Saya sangat memohon masyarakat dapat bersabar. Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin agar pembukaan akses jalan Kalamanta-Seko dapat segera terwujud. Ini bukan sekadar pembangunan jalan, tetapi tentang membuka keterisolasian dan memastikan masyarakat mendapat akses lebih layak, termasuk dalam situasi darurat seperti yang kita saksikan saat ini,” imbuhnya.
Sebelumnya, ramai beredar postingan di Facebook terkait jenazah Benyamin Noa, mantan Kades Masewo selama dua periode, diantar menggunakan ambulans dari Kota Palu hingga ibu kota Kecamatan Kulawi Selatan. Perjalanan menuju Desa Masewo, Kecamatan Pipikoro, kemudian dilanjutkan menggunakan motor ojek karena keterbatasan akses jalan. (nul)









