- KONI Sulteng Dukung Perhelatan Piala Soeratin U-15 dan U-17 hingga Penutupan
- Toili Disiapkan Jadi Percontohan Pertanian Modern di Sulawesi Tengah
- Produksi Perikanan Sulteng Naik, Capai 658 Ribu Ton pada 2025
- Indonesia Dikelilingi 14 Zona Megathrust, Ini Daftar dan Potensi Magnitudonya
- Ratusan Sopir Truk Keluhkan QR Code BBM Subsidi, Pertamina Siapkan Layanan di SPBU Mamboro
- Rekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu Palu, Tersangka Peragakan 34 Adegan
- Usia 17 Tahun Bakal Otomatis Punya Rekening Bank, Ada Saldo Rp50 Ribu
- Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda Saat Menuju Lokasi Gunung Anak Krakatau
- Harga Beras Naik di Musim Kemarau, Pemerintah Siapkan Tambahan 1 Juta Ton Beras SPHP
- Masih Terdampak Erupsi, Empat Maskapai Kembali Batalkan Penerbangan Rute Palu-Jakarta
Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Butuh Pembebasan Lahan 10 Ribu Meter

Keterangan Gambar : Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Kota Palu. (Foto: Inul Irfani/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Pemerintah bersama sejumlah pemangku kepentingan membahas persiapan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu dalam melayani penerbangan internasional.
Rapat koordinasi digelar di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (16/9/2025).
Baca Lainnya :
- Fathur Razaq Anwar Terpilih Aklamasi Pimpin KONI Sulteng 2025–2029
- Antrean Panjang SKCK PPPK di Palu, Polisi Layani hingga 200 Pemohon Per Hari
- Joy Sailing TNI AL di Teluk Palu, Selaraskan Program Berani Tangkap Banyak dengan Asta Cita Presiden
- 60 Karya Jurnalis Dipamerkan di Palu, Angkat Semangat Bangkit dari Bencana
- Rasera Project: Aksi Siswa SMA 5 Palu Jadi Kritik Keras Pendidikan di Sulteng
Rapat dipimpin Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, dan diikuti perwakilan instansi terkait, termasuk Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin.
Kepala Kantor BLU UPBU Mutiara SIS Al-Jufri, Prasetiyohadi, dalam pemaparannya menjelaskan sejumlah rencana aksi yang harus segera diselesaikan sebelum bandara resmi membuka penerbangan luar negeri.
Salah satu poin utama adalah optimalisasi landasan pacu agar dapat melayani pesawat berbadan lebar jenis Airbus A330.
Untuk itu, dibutuhkan pembebasan lahan tambahan minimal 10 ribu meter persegi di sisi selatan bandara.
Dengan kondisi saat ini, bandara masih melayani pesawat narrow-body seperti Boeing 737 dan Airbus A320.
Namun, dengan jenis pesawat tersebut, layanan penerbangan internasional sudah dapat dibuka ke 28 negara.
Ia merinci, rute potensial yang bisa dijangkau antara lain Mesir, Yaman, Austria, Jerman, Turki, Inggris, Perancis, Spanyol, Australia, Timor Leste, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, India, Malaysia, Amerika Serikat, Kenya, hingga Afrika Selatan.
Pemerintah Kota Palu menyatakan dukungannya terhadap rencana ini.
Kehadiran penerbangan internasional di Palu diyakini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, pariwisata, serta konektivitas global Sulawesi Tengah. (Rul/Nl)




.jpg)





