- Kabar Baik buat yang Mau Mudik Nataru, Pemerintah Siapkan Diskon Tiket Pesawat
- 35 Tahun Menanti, Timnas Indonesia Akhirnya Angkat Trofi FIFA ASEAN Cup 2026
- Kualitas Udara Palu Memburuk, BMKG Sebut Ada Pengaruh Polutan dari Papua Selatan
- Pemprov Sulteng Siapkan Venue Kapasitas 50 Ribu Orang di Hutan Kota Palu untuk Pesparawi 2029
- Irjen Rizal Irawan Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Gantikan Irjen Nasri
- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
Rasera Project: Aksi Siswa SMA 5 Palu Jadi Kritik Keras Pendidikan di Sulteng

Keterangan Gambar : Aksi protes puluhan siswa SMA Negeri 5 Palu, Senin (15/9/2025). (Foto: Istimewa)
Likeindonesia.com, Palu – Ruang Setara Project (Rasera) menilai aksi protes puluhan siswa SMA Negeri 5 Palu, Senin (15/9/2025), sebagai bentuk kritik keras terhadap praktik pendidikan di Sulawesi Tengah.
Para siswa melakukan demonstrasi di sekolah dengan menuntut transparansi pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta menolak praktik intimidasi dan pembebanan biaya dalam kegiatan belajar.
Baca Lainnya :
- YAMMI Desak Polda Sulteng Transparan dalam Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PT BDW
- Komisi IV DPRD Sulteng Angkat Bicara Soal Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS di SMAN 5 Palu
- Siswa SMAN 5 Palu Protes Dana BOS, Tuntut Transparansi Anggaran
- Meriah, Warga Talise Arak Pohon Telur pada Peringatan Maulid Nabi
- Mahasiswa Palu Barhasil Hack Situs BMKG
Sejawat Rasera, Ibnu Hakim, menegaskan bahwa aksi ini menunjukkan kesadaran siswa yang patut menjadi peringatan bagi pihak sekolah maupun pemerintah.
"Katanya Sulteng sudah digratiskan pendidikan, kata pemerintah semua akan gratis, siswa akan nyaman sekolah karena sudah ditanggung negara, tapi apa, kami protes hal itu karena orang tua kami itu orang miskin dan kalau dibebankan kami di sekolah kami bisa apa selain memprotesnya," ujar Ibnu.
Ia menambahkan, janji pendidikan gratis yang disampaikan pemerintah tidak sesuai kenyataan.
Menurutnya, beban yang ditanggung siswa justru menghalangi cita-cita mereka.
"Kami mendesak pemerintah Sulteng agar membuktikan secara nyata pendidikan gratis itu, katanya berani, tapi faktanya kami tak bisa berani bercita-cita kalau anggaran pendidikan tak bisa diberikan, toh kegiatan di sekolah seharusnya dapat menunjang dan menjadi pengantar untuk kemampuan kami di masa depan," tutupnya. (Rul/Nl)










