- Pemerintah Resmi Tetapkan Libur Nasional 2027, Total Ada 26 Hari
- Antisipasi Antrean Solar di Sulteng, Pemprov Dorong Kemudahan Pengisian BBM Truk Kontainer
- Hilang Kontak Hampir Dua Hari di Perairan Luwuk-Taliabu, 3 Awak KM Balama Ditemukan Selamat
- Prabowo Resmi Copot Purbaya dari Jabatan Menkeu, Suahasil Ditunjuk sebagai Pengganti
- Gaji di Bawah UMP Bisa Dapat Bantuan Bedah Rumah Gratis
- DPRD Kota Palu Prioritaskan Empat Ranperda Inisiatif untuk Propemperda 2027
- Ketua DPRD Kota Palu Dorong Warga Maksimalkan Fasilitas Kesehatan yang Ditanggung Pemerintah
- Nurhalis Nur Ajak Warga Palu Perbanyak Doa dan Amal di Tengah Kemarau
- Erman Lakuana Ajak Warga Palu Timur-Mantikulore Tingkatkan Partisipasi Sampaikan Aspirasi
- DPRD Kota Palu Minta Edukasi Cegah Kebakaran Digencarkan hingga Tingkat RT/RW
192 UMKM Meriahkan Pembukaan Pasar Kuliner Ramadan di Palu

Keterangan Gambar : 192 pelaku UMKM mengikuti Pasar Kuliner Ramadan 2026 di halaman Kantor Wali Kota Palu. (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu - Pemerintah membuka Pasar Kuliner Ramadan 2026 di halaman Kantor Wali Kota Palu, Kamis (19/2/2026) sore.
Kegiatan ini diikuti 192 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan dijadwalkan berlangsung hingga 18 Maret 2026 atau tiga hari sebelum Idul Fitri.
Baca Lainnya :
- Cegah Balap Liar, Patroli Subuh Ditingkatkan Selama Ramadan
- Kota Palu Raih Nilai Tertinggi Penilaian Pangan Aman di Wilayah Kerja BPOM
- Ini Daerah dengan Jumlah Masjid Terbanyak di Sulawesi Tengah
- BPOM Intensifkan Pengawasan Keamanan Pangan Jelang Ramadan di Palu
- Ini Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 Hijriah/2026 untuk Wilayah Palu dan Sekitarnya
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, mengatakan pasar Ramadan tahun ini resmi dibuka dan akan beroperasi selama hampir satu bulan.
“Hari ini memang kita sudah buka pasar ramadan, sampai dengan tanggal 18 Maret 2026, tiga hari sebelum Idul Fitri,” ujarnya kepada media ini diwawancarai.
Ia menambahkan, ratusan pelaku UMKM terlibat dalam kegiatan tersebut dan seluruhnya berasal dari Kota Palu.
Kehadiran mereka, menurutnya, merupakan partisipasi pelaku usaha lokal yang rutin mengikuti pasar Ramadan setiap tahun.
“Alhamdulillah ada 192 pedagang umkm yang berjualan di area balai kota pasar ramadan ini,” katanya.
Selain menjadi pusat penjualan kuliner berbuka puasa, pasar Ramadan tahun ini juga mendorong penggunaan sistem pembayaran digital bekerja sama dengan Bank Indonesia.
Pemerintah berharap sosialisasi penggunaan QRIS kepada pedagang dan pengunjung dapat berjalan selama kegiatan berlangsung.
“Dan kita berharap tadi juga ada Bank Indonesia, kita berharap para pedagang ini menggunakan pembayaran non tunai, jadi sosialisasi qrisnya jalan,” ujar Imelda.
Ia menjelaskan, skema transaksi disertai program kupon harian yang dapat diperoleh pengunjung setelah melakukan pembayaran digital.
“Setiap harinya mereka punya 300 kupon, saat masuk scan qris kemudian kita bayar Rp47, dan mendapatkan satu kupon Rp3 ribu,” jelasnya.
Pengawasan terhadap pedagang juga dilakukan oleh sejumlah instansi terkait, termasuk pengujian keamanan pangan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Pemerintah daerah, lanjut Imelda, meminta instansi teknis untuk rutin melakukan kontrol terhadap aktivitas penjualan selama pasar Ramadan berlangsung.
“Kita harapkan bisa berjalan dengan baik dan lancar, kita juga meminta kepada DP3A sebagai penanggung jawab, kepada Satpol PP, untuk selalu mengontrol para pedagang dengan baik,” tuturnya.
Ia juga menyebut hasil pengujian awal terhadap sampel makanan menunjukkan produk yang dijual memenuhi standar keamanan.
“Tetapi dari 17 tadi yang sudah melakukan uji, itu di tes sudah memenuhi syarat semuanya, aman,” kata Imelda.
Pasar Kuliner Ramadan 2026 dipusatkan di halaman Kantor Wali Kota sebagai lokasi utama aktivitas ekonomi selama bulan Ramadan, sekaligus memudahkan masyarakat mengakses kebutuhan berbuka puasa.
Kegiatan ini dikelola pemerintah daerah melalui DP3A Kota Palu bersama sejumlah mitra terkait. (Rul/Nl)










