- Polres Cirebon Kota Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Peredaran Obat Keras Terbatas
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
Seluruh Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Gunung Bulusaraung Berhasil Ditemukan

Keterangan Gambar : Proses evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan. (Foto: Dok. Basarnas Makassar)
Likeindonesia.com, Maros - Seluruh jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.
Korban terakhir ditemukan pada Jumat (23/1/2026) pagi. Dengan demikian, seluruh awak dan penumpang pesawat yang berjumlah 10 orang telah ditemukan.
Baca Lainnya :
- Layanan Indihome Down Secara Nasional, Sebagian Pelanggan Tak Bisa Akses Internet
- Kepala BGN Pastikan Anak dari Pernikahan Siri hingga Putus Sekolah Bakal Kebagian MBG
- Dari Cemas sampai Depresi, Menkes Sebut Sekitar 28 Juta Orang Indonesia Punya Masalah Kejiwaan
- CPNS 2026 Berpeluang Dibuka, Menteri PANRB: Khusus untuk Fresh Graduate
- 31 Persen Warga Indonesia Lebih Suka Curhat ke AI Ketika Sedih
Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, mengatakan penemuan korban terakhir berlangsung secara bertahap sejak pagi hari.
“Pada pukul 08.33 WITA, dilaporkan tim tombak bersama tim gabungan menemukan paket 9. Kemudian pada pukul 08.59 WITA kami menerima laporan korban terakhir telah ditemukan, dan pada pukul 09.16 WITA paket 10 ditemukan oleh tim elang bersama tim SAR gabungan,” ujar Dody di Posko SAR Tompo Bulu, Jumat (23/1/2026), dikutip dari CNNindonesia.
Dody menjelaskan, hingga hari ketujuh operasi SAR, tim gabungan telah mengevakuasi dua dari lima kantong jenazah yang ditemukan pada Kamis (22/1/2026) melalui jalur udara. Sementara tiga kantong lainnya masih menunggu proses evakuasi lanjutan.
“Dua sudah sampai di lanud, masih kita tunggu 3 yang belum, yang kemarin dan sekarang 2 paket masih proses untuk didekatkan ke titik penjemputan heli,” jelasnya.
Menurut Dody, lokasi ditemukannya korban terakhir berada tidak jauh dari enam korban yang ditemukan sebelumnya. Namun medan yang sulit membuat proses evakuasi membutuhkan teknik khusus.
“Diinformasikan posisi satu areal dengan yang 6 kemarin ditemukan, namun lokasinya di jurang seperti sungai kalau ada hujan menjadi aliran air baku posisinya di darat. Sehingga membutuhkan teknik khusus,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii memastikan seluruh korban telah ditemukan.
“Alhamdulillah, sjadi pada pagi hari ini secara kuantitas sudah 10 kantong (jenazah),” katanya.
Diketahui, pesawat ATR 42-500 yang dicarter Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu siang pekan lalu saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar. Sehari kemudian, pesawat tersebut dikonfirmasi jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung.
Dalam manifes pesawat tercatat 10 orang, terdiri atas tujuh awak penerbangan dan tiga penumpang. (Nul/Nl)










