- Pembayaran Honorer di Sulteng Ditarget Tertib dan Merata, Gubernur Pastikan Tanpa Ketimpangan
- Penumpang Pesawat Dapat Keringanan, Pajak Tiket Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari
- Guru Viral Perbaiki Pintu Kelas di Sekolah Terpencil Parimo Dapat Apresiasi dari Pemprov Sulteng
- Disambut KONI Sulteng, Atlet ASKI Pulang Bawa Dua Medali Emas dari Kejurnas di Jakarta
- Hari Kartini ke-147, Perempuan Sulteng Diajak Jadi Penggerak dari Keluarga hingga Pembangunan Daerah
- Berani Gowes, Komunitas Sekte Sepeda Tuntaskan 600 Km Luwuk–Palu dalam 6 Hari
- Rico Djanggola Siap Implementasikan Arahan Presiden Terkait Dukungan Asta Cita
- Harga LPG Non Subsidi Naik Serentak, Tabung 12 Kg di Sulteng Tembus Rp 230 Ribu
- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
Reses di Pantoloan Boya, Rustia Tompo Kawal Penanganan Banjir dan Dorong Infrastruktur Strategis

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kota Palu Daerah Pemilihan Palu II Palu Utara–Taweli, Rustia Tompo, menjaring aspirasi masyarakat Kelurahan Pantoloan Boya, Kecamatan Taweli, Kamis (5/2) malam. (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Anggota DPRD Kota Palu Daerah Pemilihan Palu II Palu Utara–Taweli, Rustia Tompo, menegaskan komitmennya mengawal persoalan infrastruktur dan penanganan banjir saat menjaring aspirasi masyarakat Kelurahan Pantoloan Boya, Kecamatan Taweli, dalam kegiatan reses masa persidangan caturwulan I tahun 2026.
Dalam forum tersebut, Rustia menyampaikan bahwa secara umum kebutuhan dasar warga Pantoloan Boya relatif telah terpenuhi.
Baca Lainnya :
- Pemprov Sulteng Dorong Vaname Jadi Penopang Perikanan Budidaya
- Ramai di Akhir Tahun, Penumpang Pesawat di Sulteng Tembus 107 Ribu Orang
- Menkum Dorong Penyelesaian Sengketa Warga Lewat Pos Bantuan Hukum
- Koperasi Merah Putih di Palu Dorong Pengelolaan Hasil Ikan dan Garam Rakyat
- Reses Donald Payung Mangawe di Birobuli Utara, Warga Dorong Perbaikan Drainase dan Lingkungan
Namun, ia memastikan tetap melakukan pemantauan lapangan, terutama saat terjadi persoalan darurat seperti banjir.
Terkait banjir yang sempat terjadi sebelumnya, Rustia menegaskan telah turun langsung ke lokasi dan memastikan penanganan segera dilakukan bersama pihak terkait.
“Mengenai kemarin masalah banjir saya langsung turun ke lapangan dan itu sudah ditangani langsung,” katanya kepada media ini diwawancarai usai reses, Kamis (5/2) malam.
Ia menekankan, langkah tersebut merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat, sekaligus bentuk komitmen agar persoalan warga tidak berlarut-larut.
“Saya rasa tidak ada yang terbebani, karena itu sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai anggota DPRD, dan komitmen saya kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain penanganan banjir, perhatian juga diarahkan pada kebutuhan pembangunan jalan penghubung dari Jalan Bora Indah menuju Pantoloan Boya sepanjang sekitar 1,8 kilometer.
Rustia menilai, proyek tersebut bersifat strategis dan membutuhkan dukungan anggaran besar di luar skema pokok-pokok pikiran DPRD.
“Itu mungkin tidak masuk di pokir, akan saya ajukan ke dinas PU untuk dikerjakan karena itu anggaran yang besar,” katanya.
Meski demikian, ia menyebut kondisi jalan lingkungan di Pantoloan Boya relatif sudah memadai karena sebagian besar telah diaspal.
“Kalau jalan-jalan yang kecil-kecil di sini itu hampir semua sudah di aspal,” ujarnya.
Selain jalan, persoalan irigasi juga menjadi perhatian serius menyusul kejadian banjir sebelumnya.
Rustia menyampaikan telah berkoordinasi langsung dengan Dinas Pekerjaan Umum agar penanganan segera dilakukan.
“Kemarin terakhir saya ajukan itu irigasi juga, kemarin di sini ada banjir, itu juga saya sudah bawa dari dinas PU untuk segera menindaklanjuti,” katanya.
Dalam reses tersebut, Rustia juga menegaskan komitmennya terhadap penguatan kegiatan sosial dan olahraga masyarakat.
Ia menyebut sejumlah bantuan telah disalurkan, termasuk yang direalisasikan secara pribadi sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap janji kepada warga.
“Nah ini bantuan voli ini sebenarnya saya janjikan mereka itu di tahun 2025, tapi saya selalu mengingat yang saya janjikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemenuhan janji kepada masyarakat tidak selalu bergantung pada mekanisme pokir.
“Tanpa pokir pun saya akan laksanakan secara pribadi,” katanya.
Selain bantuan peralatan voli, Rustia juga menyalurkan dukungan untuk cabang olahraga lain serta fasilitas sosial di wilayah tersebut.
“Sebenarnya di sini ada banyak, ada takraw, kemudian saya menyumbangkan 50 kursi buat posyandu secara pribadi,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan yang diberikan berupa perlengkapan olahraga dengan kualitas baik untuk mendorong partisipasi dan semangat masyarakat.
“Net satu set, termasuk baju untuk 20 orang, kemudian ada bola, tapi itu semua barang yang berkualitas,” katanya.
Rustia menegaskan, seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses tersebut akan terus dikawal dan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah sesuai kewenangan dan ketersediaan anggaran. (Rul/Nl)










