- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
- Ratusan Skater Ramaikan Go Skateboarding Day 2026 di Palu
- Ditemukan 24 Titik Longsor di Sigi Pascagempa, BNPB Antisipasi Risiko Banjir Bandang
- Kloter Pertama Jemaah Haji Sulteng Tiba di Palu, Disambut Haru Keluarga
- Fathur Razaq Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sigi
Pemprov Sulteng Dorong Vaname Jadi Penopang Perikanan Budidaya

Keterangan Gambar : Panen perdana udang vaname di sebuah tambak semi intensif di Kelurahan Taipa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Kamis (5/2/2026) pagi. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong penguatan sektor perikanan budidaya sebagai penopang ekonomi daerah.
Salah satu upaya tersebut ditunjukkan melalui panen perdana udang vaname di sebuah tambak semi intensif di Kelurahan Taipa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Kamis (5/2/2026) pagi.
Baca Lainnya :
- Ramai di Akhir Tahun, Penumpang Pesawat di Sulteng Tembus 107 Ribu Orang
- Menkum Dorong Penyelesaian Sengketa Warga Lewat Pos Bantuan Hukum
- Koperasi Merah Putih di Palu Dorong Pengelolaan Hasil Ikan dan Garam Rakyat
- Reses Donald Payung Mangawe di Birobuli Utara, Warga Dorong Perbaikan Drainase dan Lingkungan
- Jelang Ramadan, Bulog Sulteng Klaim Stok Beras Aman di Angka 22 Ribu Ton
Panen ini menandai dimulainya produksi komoditas udang vaname yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi serta peluang pasar yang luas.
Dari panen perdana tersebut, hasil produksi diperkirakan mencapai lebih dari 10 ton udang.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido mengatakan, kegiatan panen perdana ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Berani Tangkap Banyak, yang bertujuan mendorong dan mendukung masyarakat dalam pengembangan budidaya perikanan.
“Kegiatan hari ini sejalan dengan program kami dari Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah yakni Berani Tangkap Banyak untuk mendorong dan men-support masyarakat Sulawesi Tengah dalam hal budidaya ikan termasuk udang vaname ini,” ujar Reny.
Selain mendorong peningkatan produksi, pemerintah daerah juga melibatkan sektor perbankan untuk mendukung pembiayaan bagi masyarakat pembudidaya.
Menurut Reny, keterlibatan perbankan diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam membangun dan mengembangkan tambak-tambak budidaya di berbagai wilayah Sulawesi Tengah.
Ia menambahkan, ke depan hasil produksi udang vaname dari Sulawesi Tengah tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga berpotensi menopang pasokan ke wilayah lain.
“InsyaAllah dengan berjalannya program seperti ini bisa juga mendukung suplai kebutuhan khususnya di Ibukota Negara (IKN), termasuk daerah Balikpapan dan Samarinda,” kata Reny.
Dukungan pemerintah daerah juga diberikan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah, salah satunya dalam bentuk penyediaan benih serta pendampingan teknis kepada para pembudidaya agar produksi terus meningkat.
Sementara itu, pemilik tambak, H. Fahmi Thalib, mengungkapkan panen perdana ini merupakan hasil budidaya yang telah berjalan selama hampir tiga bulan sejak penebaran benih.
“Untuk panen perdana kali ini kita estimasikan lebih dari 10 ton, dimana benih ditebarkan 84 hari yang lalu kurang lebih,” ujarnya.
Fahmi menjelaskan, hasil panen tersebut sebagian besar diserap oleh kalangan pengusaha, bahkan sebelum panen dilakukan sudah ada pesanan dari perusahaan.
Ia menyebutkan harga jual udang menyesuaikan ukuran.
“Kalau harganya menyesuaikan ukurannya, misalnya jika size 100 itu 100 ekor udang per Kg, harganya Rp50 ribu,” katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah, Yopie Patiro mengatakan, panen ini merupakan bagian dari kemitraan budidaya antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Ia menyebutkan, komoditas udang di Sulawesi Tengah saat ini didominasi oleh udang vaname dan udang windu.
Berdasarkan data DKP Sulteng, pemanfaatan lahan tambak udang vaname di provinsi ini baru sekitar 1.280 hektare atau sekitar delapan persen dari total potensi lahan yang tersedia.
Menurut Yopie, kondisi tersebut menunjukkan peluang peningkatan produksi masih sangat terbuka melalui optimalisasi lahan.
Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memberikan dukungan dari hulu hingga hilir, terutama terkait kesiapan benih dan pendampingan teknis, agar budidaya udang vaname dapat berkembang secara berkelanjutan serta memenuhi standar pasar nasional maupun internasional. (Rul/Nl)










