- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Rasera Project: Aksi Siswa SMA 5 Palu Jadi Kritik Keras Pendidikan di Sulteng

Keterangan Gambar : Aksi protes puluhan siswa SMA Negeri 5 Palu, Senin (15/9/2025). (Foto: Istimewa)
Likeindonesia.com, Palu – Ruang Setara Project (Rasera) menilai aksi protes puluhan siswa SMA Negeri 5 Palu, Senin (15/9/2025), sebagai bentuk kritik keras terhadap praktik pendidikan di Sulawesi Tengah.
Para siswa melakukan demonstrasi di sekolah dengan menuntut transparansi pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta menolak praktik intimidasi dan pembebanan biaya dalam kegiatan belajar.
Baca Lainnya :
- YAMMI Desak Polda Sulteng Transparan dalam Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PT BDW
- Komisi IV DPRD Sulteng Angkat Bicara Soal Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS di SMAN 5 Palu
- Siswa SMAN 5 Palu Protes Dana BOS, Tuntut Transparansi Anggaran
- Meriah, Warga Talise Arak Pohon Telur pada Peringatan Maulid Nabi
- Mahasiswa Palu Barhasil Hack Situs BMKG
Sejawat Rasera, Ibnu Hakim, menegaskan bahwa aksi ini menunjukkan kesadaran siswa yang patut menjadi peringatan bagi pihak sekolah maupun pemerintah.
"Katanya Sulteng sudah digratiskan pendidikan, kata pemerintah semua akan gratis, siswa akan nyaman sekolah karena sudah ditanggung negara, tapi apa, kami protes hal itu karena orang tua kami itu orang miskin dan kalau dibebankan kami di sekolah kami bisa apa selain memprotesnya," ujar Ibnu.
Ia menambahkan, janji pendidikan gratis yang disampaikan pemerintah tidak sesuai kenyataan.
Menurutnya, beban yang ditanggung siswa justru menghalangi cita-cita mereka.
"Kami mendesak pemerintah Sulteng agar membuktikan secara nyata pendidikan gratis itu, katanya berani, tapi faktanya kami tak bisa berani bercita-cita kalau anggaran pendidikan tak bisa diberikan, toh kegiatan di sekolah seharusnya dapat menunjang dan menjadi pengantar untuk kemampuan kami di masa depan," tutupnya. (Rul/Nl)










