- 16 Perusahaan Tambang Patungan Rp355 Miliar Bangun Jalan di Morowali dan Morut
- Resmi Diumumkan! Tunjangan Guru Naik, Non-ASN Jadi Rp 2 Juta dan ASN Setara Gaji Pokok
- Wagub Sulteng Lantik Dokter Ahli Utama, Dukung Transformasi RS Undata Berstandar Internasional
- DPRD Kota Palu Desak Pemkot Perkuat Koordinasi dalam Penyusunan Tata Ruang
- DPRD Palu Sahkan Hasil Evaluasi LKPJ 2025, 37 Rekomendasi Diserahkan ke Pemkot
- DPRD Palu Desak Pemkot Tuntaskan Masalah Lahan Tidur dan Air Bersih di Dua Kelurahan
- DPRD Palu Soroti Overkapasitas RS, Biaya Visum, dan Denda BPJS yang Bebani Warga
- Dari Huntap hingga Pajak Daerah, DPRD Palu Paparkan Hasil Kerja Caturwulan I
- 8 Rumah Sakit Swasta di Palu Terancam Tak Bisa Beroperasi, DPRD Soroti Masalah Perizinan
- Abdurahim Nasar Al-Amri Soroti Mandeknya RDTR, DPRD Palu Siap Koordinasi Ulang ke Pusat
Rasera Project: Aksi Siswa SMA 5 Palu Jadi Kritik Keras Pendidikan di Sulteng

Keterangan Gambar : Aksi protes puluhan siswa SMA Negeri 5 Palu, Senin (15/9/2025). (Foto: Istimewa)
Likeindonesia.com, Palu – Ruang Setara Project (Rasera) menilai aksi protes puluhan siswa SMA Negeri 5 Palu, Senin (15/9/2025), sebagai bentuk kritik keras terhadap praktik pendidikan di Sulawesi Tengah.
Para siswa melakukan demonstrasi di sekolah dengan menuntut transparansi pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta menolak praktik intimidasi dan pembebanan biaya dalam kegiatan belajar.
Baca Lainnya :
- YAMMI Desak Polda Sulteng Transparan dalam Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PT BDW
- Komisi IV DPRD Sulteng Angkat Bicara Soal Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS di SMAN 5 Palu
- Siswa SMAN 5 Palu Protes Dana BOS, Tuntut Transparansi Anggaran
- Meriah, Warga Talise Arak Pohon Telur pada Peringatan Maulid Nabi
- Mahasiswa Palu Barhasil Hack Situs BMKG
Sejawat Rasera, Ibnu Hakim, menegaskan bahwa aksi ini menunjukkan kesadaran siswa yang patut menjadi peringatan bagi pihak sekolah maupun pemerintah.
"Katanya Sulteng sudah digratiskan pendidikan, kata pemerintah semua akan gratis, siswa akan nyaman sekolah karena sudah ditanggung negara, tapi apa, kami protes hal itu karena orang tua kami itu orang miskin dan kalau dibebankan kami di sekolah kami bisa apa selain memprotesnya," ujar Ibnu.
Ia menambahkan, janji pendidikan gratis yang disampaikan pemerintah tidak sesuai kenyataan.
Menurutnya, beban yang ditanggung siswa justru menghalangi cita-cita mereka.
"Kami mendesak pemerintah Sulteng agar membuktikan secara nyata pendidikan gratis itu, katanya berani, tapi faktanya kami tak bisa berani bercita-cita kalau anggaran pendidikan tak bisa diberikan, toh kegiatan di sekolah seharusnya dapat menunjang dan menjadi pengantar untuk kemampuan kami di masa depan," tutupnya. (Rul/Nl)










