- 428 Gempa Terjadi di Sulteng dalam Sepekan
- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
Melalui Surat Edaran, Pemerintah Larang Sekolah Beri PR Berlebihan Saat Ramadan

Keterangan Gambar : Sejumlah anak Sekolah Dasar (SD). (Foto : iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta - Pemerintah melarang sekolah memberikan pekerjaan rumah (PR) atau proyek berlebihan kepada siswa selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Ketentuan tersebut ditegaskan lewat Surat Edaran Bersama (SEB) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, serta Menteri Dalam Negeri tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan 2026.
Baca Lainnya :
- Wamenag Minta Tak Ada Razia Rumah Makan di Bulan Ramadan
- Sidang Isbat Putuskan Puasa Mulai 19 Februari 2026, Tarawih Dimulai Malam Ini
- Arab Saudi Salurkan 100 Ton Kurma ke Indonesia Jelang Ramadan, Siap Dibagi ke Masjid hingga Kampus
- Menkeu Purbaya Siapkan Rp55 Triliun untuk THR ASN 2026, Target Cair Awal Ramadan
- Denda Tunggakan BPJS Kelas 3 Akan Dihapus, Perpres Disiapkan
Melalui surat edaran itu, pemerintah menekankan bahwa pembelajaran selama Ramadan harus berlangsung secara adaptif, humanis, dan tidak memberatkan siswa maupun orang tua.
Dalam SEB dijelaskan, pada 18–21 Februari 2026, kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari sekolah. Namun, penugasan tersebut tidak boleh membebani siswa.
Sekolah secara tegas diminta untuk tidak memberikan PR atau proyek berlebihan, tidak menuntut biaya tambahan besar dari orang tua, serta tidak mewajibkan penggunaan gawai dan internet secara intensif.
“Kegiatan pembelajaran secara mandiri selama bulan Ramadan diharapkan tidak membebani murid dengan pekerjaan rumah (PR) atau proyek yang berlebihan, terutama yang menuntut biaya tambahan besar atau kewajiban penggunaan gawai dan internet secara intensif,” demikian keterangan SEB tersebut, dikutip Rabu (18/2/2026).
Dalam SEB tersebut dijelaskan bahwa tugas yang diberikan harus sederhana, menyenangkan, dan memungkinkan dikerjakan bersama keluarga.
Adapun tetelah masa belajar mandiri, kegiatan pembelajaran tatap muka kembali berlangsung pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026. Pada periode tersebut, sekolah juga diharapkan tidak hanya fokus pada aspek akademik.
Ramadan diarahkan menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter. Bagi siswa beragama Islam, kegiatan yang dianjurkan antara lain tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, dan kajian keislaman.
Sementara bagi siswa beragama selain Islam, sekolah diminta memfasilitasi bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. (Nul/Nl)

.jpg)








