- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
- Ratusan Skater Ramaikan Go Skateboarding Day 2026 di Palu
- Ditemukan 24 Titik Longsor di Sigi Pascagempa, BNPB Antisipasi Risiko Banjir Bandang
- Kloter Pertama Jemaah Haji Sulteng Tiba di Palu, Disambut Haru Keluarga
- Fathur Razaq Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sigi
- Menkum Supratman Siap Hibahkan Tanah Pribadi di Sulteng untuk Sekolah Rakyat
Gubernur Anwar Hafid Hadiri Tahlilan 13 Tahun Wafatnya Ibunda Ahmad Ali

Keterangan Gambar : Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menghadiri Tahlilan memperingati 13 tahun wafatnya ibunda Ahmad Ali, di Desa Wosu, Kabupaten Morowali, Jumat (5/12/2025). (Foto: IST)
Likeindonesiacom, Morowali — Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menghadiri Tahlilan dan doa bersama memperingati 13 tahun wafatnya Hj. Saadiah Binti H. Himran, ibunda Ahmad Ali, di Desa Wosu, Kabupaten Morowali, Jumat (5/12/2025).
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri masyarakat dari berbagai wilayah Morowali. Ustadz Abdul Somad (UAS) juga hadir dan menyampaikan tausiah tentang pentingnya mengingat jasa orang tua, menjaga silaturahim, serta memperkuat kasih sayang kepada orang tua, baik yang masih ada maupun yang telah berpulang.
Baca Lainnya :
- Masigi Sakaya, Masjid Berbentuk Perahu Jadi Ikon Baru Kampung Lere Palu
- Di Sulteng, Warga Palu dan Banggai Tercatat Paling Jarang Merokok
- Polda Sulteng Kirim 30 Ton Beras dan Rp500 Juta untuk Korban Banjir di Sumatra
- Kondisi Jalan di Sulteng Akan Didokumentasikan Titik per Titik Mulai Awal 2026
- BMKG Imbau Warga Sulteng Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem
Dalam kesempatan itu, Gubernur Anwar Hafid mengenang sosok almarhumah sebagai pribadi sabar dan ramah.
“Almarhumah adalah seorang ibu yang luar biasa. Saya mengenal beliau sejak kecil. Beliau selalu menegur siapa pun yang ditemuinya baik anak-anak maupun orang tua. Itulah yang paling saya ingat dari sosok almarhumah,” ujar Gubernur.
Ia kemudian menegaskan bahwa mendoakan orang tua merupakan bentuk bakti yang tidak boleh terputus.
“Malam ini kita berkumpul bukan hanya untuk mendoakan almarhumah, tetapi juga untuk mendoakan diri kita agar selalu berada dalam kebaikan. Semoga amal ibadah almarhumah semasa hidup, serta amal-amal yang dilakukan anak-anaknya, terus menerangi perjalanan almarhumah di alam sana. Kita juga bangga melihat anak-anak almarhumah yang sukses berkat doa beliau,” ucapnya.
Suasana tahlilan semakin syahdu setelah tausiah UAS yang mengajak jamaah untuk senantiasa memuliakan orang tua dan menjaga hubungan persaudaraan. (BIM/Nl)










