- Harga Pertamax Kini Lebih Mahal, Naik dari Rp12.300 Jadi Rp16.250 per Liter
- Dari Sigi hingga Banggai Laut, Proyek Jalan dan Jembatan Rp604,8 Miliar Mulai Bergulir di Sulteng
- Tepati Janji, Wakil Ketua MPR RI Kunjungi Sekolah Terpencil di Parigi Moutong
- Lalampa Toboli Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Kuliner Sulawesi Tengah
- Sigi Jadi Tuan Rumah MTQ Sulteng 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Membumikan Nilai-Nilai Keagamaan
- Gempa Magnitudo 7,7 di Sulut, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Sulawesi dan Maluku
- Hadiri HUT ke-50 Tahun Transmigrasi Tinombala, Anwar Hafid Dorong Hasil Pertanian Diolah di Sulteng
- BGN Atur Ulang Sebaran Dapur MBG, Maksimal Enam per Kecamatan
- Aktivitas Lempeng Laut Sulawesi Picu Gempa Magnitudo 5,4 di Banggai
- Masyarakat Lima Desa di Sigi Gelar Morra Keke, Tradisi Memohon Turunnya Hujan
Ekonomi Sulteng Tumbuh 8,47 Persen di 2025, PDRB Tembus Rp415 Triliun

Keterangan Gambar : Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Foto : iStockphoto)
Likeindonesia.com, Palu – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, ekonomi Sulawesi Tengah tumbuh sebesar 8,47 persen sepanjang 2025.
Pertumbuhan tersebut tercermin dari nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp415.477,22 miliar atau setara Rp415 triliun. Sementara itu, PDRB per kapita tercatat sebesar Rp131,64 juta atau setara US$7.989,22.
Baca Lainnya :
- Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi di Perairan Palu–Donggala hingga Teluk Tolo
- Sulteng Alami 116 Gempa Selama Sepekan Terakhir
- Angka Kemiskinan Sulteng Turun, Penduduk Miskin Berkurang 10,81 Ribu Orang
- Deteksi Dini PJB, Skrining Jantung Anak di Sulteng Menyasar Sekolah Dasar
- Ramai di Akhir Tahun, Penumpang Pesawat di Sulteng Tembus 107 Ribu Orang
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Industri Pengolahan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi pada 2025, yakni sebesar 14,12 persen. Pertumbuhan tersebut diikuti oleh Lapangan Usaha Jasa Keuangan dan Asuransi yang tumbuh sebesar 7,74 persen.
"Ekonomi Sulawesi Tengah tahun 2025 tumbuh sebesar 8,47 persen. Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Industri Pengolahan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 14,12 persen," jelas BPS Sulteng dalam Berita Resmi Statistik yang dirilis Kamis (5/2/2026).
BPS Sulteng mencatat, lapangan usaha yang juga memiliki peran dominan terhadap perekonomian Sulawesi Tengah, yakni Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,45 persen.
Adapun Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian tumbuh sebesar 6,34 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, komponen Ekspor Barang dan Jasa mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 10,61 persen dan menjadi salah satu pendorong utama kinerja ekonomi daerah.
Pertumbuhan tersebut diikuti oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 6,06 persen.
Selain itu, Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) tumbuh sebesar 5,10 persen, sedangkan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,52 persen. (Nul/Nl)










