- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
Belum Ditemukan, Pencarian Nelayan Hilang di Batusuya Terus Diperluas

Keterangan Gambar : Operasi pencarian seorang nelayan yang dilaporkan jatuh ke laut di perairan Batusuya, Kabupaten Donggala, masih terus dilakukan tim SAR gabungan, Rabu (5/11). (Foto: SAR Palu)
Likeindonesia.com, Donggala — Operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan jatuh ke laut di perairan Batusuya, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala, masih terus dilakukan tim SAR gabungan, Rabu (5/11).
Hingga memasuki hari kedua pencarian, korban atas nama Aldo (33) belum ditemukan.
Baca Lainnya :
- Kenal Pamit Kapolda Sulteng, Irjen Endi Sutendi Resmi Gantikan Irjen Agus Nugroho
- Polda Sulteng Siagakan Personel Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem
- Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Wilayah Barat Daya Donggala
- Palu Kurangi 7 Ribu Ton Sampah per Tahun, Tertinggi di Sulteng
- Nelayan Hilang Di Perairan Umpanga, Tim Sar Gabungan Lakukan Pencarian
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu, melalui laporan resmi, menyebutkan korban terjatuh saat sedang memancing pada Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 10.00 Wita.
Insiden itu terjadi akibat cuaca buruk di perairan Batusuya. Upaya pencarian awal yang dilakukan oleh nelayan dan warga sekitar tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya dilaporkan ke pihak SAR.
Sejak pagi tim SAR gabungan telah melaksanakan briefing, menyiapkan peralatan, dan membagi area pencarian sesuai standar operasional prosedur.
Tim SAR membagi pencarian ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB), SRU 2 menggunakan perahu karet dan perahu nelayan untuk menyisir area laut di sekitar koordinat kejadian, sementara SRU 3 melakukan penyisiran darat di sepanjang pantai dengan radius tiga kilometer.
Dalam operasi hari kedua ini, unsur SAR yang terlibat meliputi Basarnas Palu, Polair, Babinsa, BPBD Donggala, pemerintah desa, serta nelayan setempat.
Sejumlah alat seperti rescue car, peralatan selam, perahu karet, dan alat komunikasi lapangan turut dikerahkan untuk memperluas area pencarian.
Cuaca di lokasi dilaporkan berawan dengan kecepatan angin antara 2 hingga 11 knot, dan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,25 meter.
Kondisi tersebut masih tergolong aman untuk operasi pencarian, meski berpotensi berubah sewaktu-waktu.
Hingga Rabu sore, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Operasi akan dilanjutkan dengan evaluasi area pencarian berdasarkan kondisi di lapangan. (Rul/Nl)










