- Ditemukan 24 Titik Longsor di Sigi Pascagempa, BNPB Antisipasi Risiko Banjir Bandang
- Kloter Pertama Jemaah Haji Sulteng Tiba di Palu, Disambut Haru Keluarga
- Fathur Razaq Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sigi
- Menkum Supratman Siap Hibahkan Tanah Pribadi di Sulteng untuk Sekolah Rakyat
- Peringatan 1 Muharram di Sulteng, Ribuan Jemaah Panjatkan Doa untuk Keselamatan Daerah
- Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Tembus 910 Kali hingga Jumat Pagi
- Korban Jiwa Akibat Gempa M 6,7 di Sigi Bertambah Jadi Tiga Orang
- Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Pantai Talise Masih dalam Penyelidikan Polisi
- Lantik Pengurus Baru KONI Palu, Fathur Razaq Minta Pembinaan Atlet Diperkuat
- Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa di Sigi, Parimo, Poso, dan Palu Selama 7 Hari
Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek 2577 di Palu

Keterangan Gambar : Pertunjukan barongsai digelar usai rangkaian ibadah di Vihara Karuna Dipa, Selasa (17/2/2026). (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu - Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Palu semakin semarak dengan pertunjukan barongsai yang digelar usai rangkaian ibadah di Vihara Karuna Dipa, Selasa (17/2/2026).
Atraksi barongsai menarik perhatian umat dan masyarakat yang hadir.
Baca Lainnya :
- Wakil Ketua MPR Kawal Langsung Pembangunan Jembatan di Tiga Titik Sulteng
- Fajar Al Amri Tampil Lawan Ketua POBSI Sulteng di Funmatch Palu
- Sambut Ramadan, KHAS Palu Hotel Hadirkan Promo Buka Puasa dan Paket Menginap Berkah Ramadan
- Mengintip Persiapan H-1 Imlek di Klenteng dan Vihara Kota Palu
- Jelang Penentuan Awal Ramadan, Pengamatan Hilal di Sulteng Bakal Digelar di Desa Marana
Gerakan lincah barongsai diiringi tabuhan musik tradisional menghadirkan suasana meriah dalam perayaan tahun baru masyarakat Tionghoa.
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, menjelaskan barongsai merupakan tradisi yang telah lama identik dengan perayaan Imlek.
“Barongsai dimainkan sebagai simbol kegembiraan dalam menyambut Tahun Baru Imlek,” ujarnya.
Ia menuturkan, pertunjukan barongsai menjadi bagian yang hampir tidak terpisahkan dari perayaan tahun baru masyarakat Tionghoa, karena menghadirkan suasana kebahagiaan dan kebersamaan.
Menurut Wijaya, Imlek sendiri merupakan perayaan tahun baru bagi etnis Tionghoa tanpa memandang agama, sehingga tradisi budaya seperti barongsai tetap dilestarikan di berbagai daerah.
Selain sebagai tradisi budaya, ia menambahkan barongsai kini juga berkembang sebagai cabang olahraga resmi.
“Saat ini, barongsai juga telah berkembang menjadi salah satu cabang olahraga resmi di Indonesia yang berada di bawah naungan Persatuan Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI). Jadi selain sebagai tradisi budaya, barongsai juga memiliki nilai sportivitas,” katanya.
Pertunjukan barongsai tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bagian dari ekspresi budaya yang menandai kegembiraan menyambut tahun baru, sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat dalam perayaan Imlek. (Rul/Nl)










