- 428 Gempa Terjadi di Sulteng dalam Sepekan
- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
10 Besar Lomba Inovasi Award Kota Palu 2025 Paparkan Karya Teknologi Tepat Guna

Keterangan Gambar : Salah satu peserta dari SMK Negeri 3 Palu, Hanung Pramono, memperkenalkan teknologi tempat sampah pintar yang ia rancang bersama timnya. (Foto: Likeindonesia.com )
Likeindonesia.com, Palu – Sepuluh besar peserta Lomba Inovasi Award Kota Palu 2025 kategori Teknologi Tepat Guna (TTG) mulai memaparkan karyanya di hadapan dewan juri.
Presentasi berlangsung di Ruang Bappeda Kota Palu, Kamis (28/8) pagi.
Baca Lainnya :
- Orasi Mahasiswi Untad Viral, Polda Sulteng: Kritik Boleh, Tapi Jangan Menghina
- Makan Siang Program MBG, Puluhan Siswa di Palu Dilarikan ke RS
- Tri Perluas Jaringan di Palu, Internet Hemat dan Cepat Kini Menjangkau Pelosok Sulawesi Tengah
- Petani Tolitoli Duduki DPRD Sulteng, Tuntut Penyelesaian Konflik Lahan Sawit
- 14 Truk Dikerahkan untuk Uji Beban Jembatan Palu IV
Salah satu peserta dari SMK Negeri 3 Palu, Hanung Pramono, memperkenalkan teknologi tempat sampah pintar yang ia rancang bersama timnya.
Menurut Hanung, inovasi itu hadir dari kepedulian terhadap persoalan kebersihan lingkungan.
“Yang kami ajukan itu teknologi yang berguna di sekitar masyarakat, kami bawa tong sampah pintar, yang moto kami menjaga kebersihan demi masyarakat juga dapat improve lah atas kesadaran sampah. Kami menggunakan sensor ultrasonik atau sensor jarak, ketika seseorang mendekat untuk membuang sampah dia akan terbuka otomatis,” jelas Hanung kepada media ini.
Selain dari pelajar, lomba ini juga diramaikan peserta dari kalangan masyarakat umum.
Salah satunya perwakilan Kelurahan Baiya, yang memaparkan teknologi alarm anti maling.
Inovasi tersebut menggabungkan sistem kunci rumah pintar (smart key) hingga alarm kebakaran.
Kabid Inovasi Brida Kota Palu, Andi Mirzawaty, menyebutkan lomba tahun ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Sejak pertama kali digelar pada 2022, kegiatan tersebut terus berkembang, termasuk dengan hadirnya kategori baru TTG.
“Alhamdulillah, Lomba Inovasi Award Tingkat Masyarakat tahun 2025 ini merupakan tahun keempat pelaksanaannya. Tahun ini, selain kategori kuliner, kami juga menambahkan kategori baru, yaitu teknologi tepat guna,” ujar Andi.
Dari sekitar 50 pendaftar di dua kategori, panitia menyeleksi hingga tersisa 10 besar.
Para peserta kini diuji lewat presentasi untuk memastikan orisinalitas serta penguasaan terhadap inovasinya.
“Dari 10 besar tersebut, kami pilih lagi tiga pemenang. Juara pertama mendapat Rp10 juta, juara kedua Rp7,5 juta, dan juara ketiga Rp5 juta. Selain itu, para pemenang juga mendapat plakat dan sertifikat dari Wali Kota Palu,” tambah Andi.
Ia menegaskan, lomba tidak berhenti pada pemberian hadiah.
Pemenang akan mendapat pendampingan agar inovasinya berkelanjutan, termasuk lewat monitoring, evaluasi, hingga dukungan teknis maupun peralatan.
“Inovasi harus berkelanjutan, jadi kami lakukan pendampingan. Jika punya potensi dikembangkan lebih jauh, kami akan berinteraksi dengan instansi terkait untuk mendukungnya,” terang Andi.
Selain kategori TTG, lomba inovasi ini juga menampilkan karya-karya kreatif di bidang kuliner, seperti olahan berbahan kelor hingga produk makanan lokal khas Palu. (Rul/Nl)

.jpg)








