- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
Viral Kisah Anca: Pemuda Banggai yang Hilang 3 Tahun, Ternyata Bertahan Hidup di Hutan Jawa Barat

Keterangan Gambar : Anzahyar Laadjim atau Anca (26), pemuda asal Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, menjadi perhatian publik setelah kisah hidupnya viral di media sosial. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Palu - Anzahyar Laadjim atau Anca (26 th), mahasiswa asal Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, menjadi perhatian publik setelah kisah hidupnya viral di media sosial. Anca ditemukan hidup mengasingkan diri di kawasan hutan Jawa Barat, setelah bertahun-tahun menjauh dari keluarga dan lingkungan sosial.
Anca diketahui meninggalkan kampusnya di Bandung dan bertahan hidup di kawasan hutan Ki Brewoh, Dusun Madasari, Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Ia mengaku telah hampir satu tahun tinggal di lokasi tersebut dengan kondisi serba terbatas.
Baca Lainnya :
- BMKG Peringatkan Puncak Musim Hujan di Sulteng, Curah Hujan Tinggi hingga Januari 2026
- Public Hearing Reformasi Polri di Palu Serap Masukan Akademisi dan Tokoh Masyarakat
- Akyko Micheel Kapito Sumbang Perunggu Teqball untuk Indonesia di SEA Games 2025
- Kasus HIV dan Malaria Meningkat di Sulteng Sepanjang 2025, Sejumlah Daerah Masuk KLB
- 485 Atlet Cilik Ikuti Open Karate Forki Palu, Fokus Penjaringan Usia Dini
Kepala Dusun Madasari, Kusmawan, mengatakan keberadaan Anca terungkap setelah warga melihat rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan dirinya mengambil makanan di sebuah warung milik warga. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.
Sebelumnya, warga kerap kehilangan sejumlah bahan makanan seperti nasi, beras, bumbu dapur, telur, hingga daging ayam. Untuk memastikan penyebabnya, warga kemudian memasang CCTV di beberapa titik di sekitar permukiman.
“Sering ada laporan kehilangan makanan. Karena penasaran, warga memasang CCTV, dan akhirnya terlihat sosok yang mengambil makanan itu,” ujar Kusmawan kepada sejumlah wartawan di Madasari, Kamis, (11/12/2025) malam, dikutip dari TribunJabar.
Meski demikian, warga setempat memilih tidak main hakim sendiri. Setelah mengetahui kondisi Anca, warga justru menunjukkan empati.
“Alhamdulillah warga tidak main hakim sendiri. Semua memahami kondisi psikologis Anca,” ucap Kusmawan.
Anca kemudian dijemput untuk dibawa pulang agar bisa mendapatkan pendampingan yang lebih layak.
Warga berharap Anca dapat menghadapi persoalan hidupnya dengan lebih baik ke depan.
“Saya dan warga berharap Anca bisa menghadapi masalah hidupnya dengan baik. Semoga masa depannya nanti lebih cerah,” pungkas Kusmawan. (Nul/Nl)










