- Arab Saudi Salurkan 100 Ton Kurma ke Indonesia Jelang Ramadan, Siap Dibagi ke Masjid hingga Kampus
- Pre Launching Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Dua Rute Baru Segera Dibuka
- Menkeu Purbaya Siapkan Rp55 Triliun untuk THR ASN 2026, Target Cair Awal Ramadan
- Viral! Siswi MTs di Sigi Minta Menu MBG Dibuat Enak untuk Kado Ulang Tahun Ayahnya
- Johnny Limbunan Cup ke-18 Resmi Bergulir, Wadah Pembinaan Atlet Sulteng
- Sulteng Disambar 26.003 Petir dalam Sepekan, 10 Februari Paling Tinggi
- Aksi Bersih Serentak di Pantai Kampung Nelayan dan Pasar Masomba, 3 Ton Sampah Diangkut
- Jembatan Palu IV dan Elevated Road Resmi Dibuka, Warga Sudah Bisa Melintas
- Sesar Palu Koro Aktif, Donggala Tiga Kali Diguncang Gempa
- Denda Tunggakan BPJS Kelas 3 Akan Dihapus, Perpres Disiapkan
Viral Kisah Anca: Pemuda Banggai yang Hilang 3 Tahun, Ternyata Bertahan Hidup di Hutan Jawa Barat

Keterangan Gambar : Anzahyar Laadjim atau Anca (26), pemuda asal Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, menjadi perhatian publik setelah kisah hidupnya viral di media sosial. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Palu - Anzahyar Laadjim atau Anca (26 th), mahasiswa asal Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, menjadi perhatian publik setelah kisah hidupnya viral di media sosial. Anca ditemukan hidup mengasingkan diri di kawasan hutan Jawa Barat, setelah bertahun-tahun menjauh dari keluarga dan lingkungan sosial.
Anca diketahui meninggalkan kampusnya di Bandung dan bertahan hidup di kawasan hutan Ki Brewoh, Dusun Madasari, Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Ia mengaku telah hampir satu tahun tinggal di lokasi tersebut dengan kondisi serba terbatas.
Baca Lainnya :
- BMKG Peringatkan Puncak Musim Hujan di Sulteng, Curah Hujan Tinggi hingga Januari 2026
- Public Hearing Reformasi Polri di Palu Serap Masukan Akademisi dan Tokoh Masyarakat
- Akyko Micheel Kapito Sumbang Perunggu Teqball untuk Indonesia di SEA Games 2025
- Kasus HIV dan Malaria Meningkat di Sulteng Sepanjang 2025, Sejumlah Daerah Masuk KLB
- 485 Atlet Cilik Ikuti Open Karate Forki Palu, Fokus Penjaringan Usia Dini
Kepala Dusun Madasari, Kusmawan, mengatakan keberadaan Anca terungkap setelah warga melihat rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan dirinya mengambil makanan di sebuah warung milik warga. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.
Sebelumnya, warga kerap kehilangan sejumlah bahan makanan seperti nasi, beras, bumbu dapur, telur, hingga daging ayam. Untuk memastikan penyebabnya, warga kemudian memasang CCTV di beberapa titik di sekitar permukiman.
“Sering ada laporan kehilangan makanan. Karena penasaran, warga memasang CCTV, dan akhirnya terlihat sosok yang mengambil makanan itu,” ujar Kusmawan kepada sejumlah wartawan di Madasari, Kamis, (11/12/2025) malam, dikutip dari TribunJabar.
Meski demikian, warga setempat memilih tidak main hakim sendiri. Setelah mengetahui kondisi Anca, warga justru menunjukkan empati.
“Alhamdulillah warga tidak main hakim sendiri. Semua memahami kondisi psikologis Anca,” ucap Kusmawan.
Anca kemudian dijemput untuk dibawa pulang agar bisa mendapatkan pendampingan yang lebih layak.
Warga berharap Anca dapat menghadapi persoalan hidupnya dengan lebih baik ke depan.
“Saya dan warga berharap Anca bisa menghadapi masalah hidupnya dengan baik. Semoga masa depannya nanti lebih cerah,” pungkas Kusmawan. (Nul/Nl)










