- Irjen Rizal Irawan Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Gantikan Irjen Nasri
- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
Tiga Hari Hilang, Pemanah Ikan Hilang di Perairan Sibaluton Ditemukan Meninggal Dunia

Keterangan Gambar : Tim SAR gabungan menemukan jasad pemanah ikan di Perairan Sibaluton, Kecamatan Basidondo, Kabupaten Tolitoli, Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 17.12 Wita. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Tolitoli - Penantian panjang keluarga Andre (40), warga Desa Sibaluton yang hilang saat memanah ikan, berakhir duka.
Tim SAR gabungan menemukan jasadnya di Perairan Sibaluton, Kecamatan Basidondo, Kabupaten Tolitoli, Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 17.12 Wita.
Baca Lainnya :
Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada koordinat 0°45’56” N – 120°35’55” E atau kurang lebih 1 nautical mile dari lokasi awal kejadian. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke Desa Sibaluton dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Peristiwa bermula Kamis (21/8/2025) malam sekitar pukul 19.00 Wita. Saat itu, Andre bersama rekannya pergi melaut untuk memanah ikan. Setibanya di lokasi, korban turun ke laut sementara rekannya tetap berada di atas perahu. Namun hingga pukul 22.00 Wita, Andre tak kunjung muncul kembali. Rekannya pun segera melapor kepada aparat setempat hingga operasi SAR digelar.
Proses pencarian melibatkan Unit Siaga SAR Tolitoli, Babinsa Basidondo, Polsek Basidondo, pemerintah desa, serta masyarakat sekitar. Berbagai peralatan dikerahkan mulai dari perahu karet, rescue car, perahu nelayan, palsar medis, palsar evakuasi, hingga peralatan komunikasi.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 17.45 Wita, Minggu sore, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa keluarga korban.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban. Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh unsur SAR, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat yang telah bersama-sama melakukan upaya pencarian hingga korban berhasil ditemukan dan dievakuasi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” pungkasnya. (Bim)




_2.jpg)





