- Zevana Queenza Jadi Pembawa Baki saat Penaikan Bendera HUT ke-81 RI Tingkat Provinsi Sulteng
- Upacara HUT RI ke-81 Tingkat Provinsi Sulteng Berlangsung Khidmat
- Curi AC di Balaroa dan Ujuna, Residivis Ditangkap Polsek Palu Barat
- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
Tiga Hari Hilang, Pemanah Ikan Hilang di Perairan Sibaluton Ditemukan Meninggal Dunia

Keterangan Gambar : Tim SAR gabungan menemukan jasad pemanah ikan di Perairan Sibaluton, Kecamatan Basidondo, Kabupaten Tolitoli, Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 17.12 Wita. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Tolitoli - Penantian panjang keluarga Andre (40), warga Desa Sibaluton yang hilang saat memanah ikan, berakhir duka.
Tim SAR gabungan menemukan jasadnya di Perairan Sibaluton, Kecamatan Basidondo, Kabupaten Tolitoli, Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 17.12 Wita.
Baca Lainnya :
Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada koordinat 0°45’56” N – 120°35’55” E atau kurang lebih 1 nautical mile dari lokasi awal kejadian. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke Desa Sibaluton dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Peristiwa bermula Kamis (21/8/2025) malam sekitar pukul 19.00 Wita. Saat itu, Andre bersama rekannya pergi melaut untuk memanah ikan. Setibanya di lokasi, korban turun ke laut sementara rekannya tetap berada di atas perahu. Namun hingga pukul 22.00 Wita, Andre tak kunjung muncul kembali. Rekannya pun segera melapor kepada aparat setempat hingga operasi SAR digelar.
Proses pencarian melibatkan Unit Siaga SAR Tolitoli, Babinsa Basidondo, Polsek Basidondo, pemerintah desa, serta masyarakat sekitar. Berbagai peralatan dikerahkan mulai dari perahu karet, rescue car, perahu nelayan, palsar medis, palsar evakuasi, hingga peralatan komunikasi.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 17.45 Wita, Minggu sore, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa keluarga korban.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban. Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh unsur SAR, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat yang telah bersama-sama melakukan upaya pencarian hingga korban berhasil ditemukan dan dievakuasi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” pungkasnya. (Bim)





.jpg)




