- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
Seluruh Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Gunung Bulusaraung Berhasil Ditemukan

Keterangan Gambar : Proses evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan. (Foto: Dok. Basarnas Makassar)
Likeindonesia.com, Maros - Seluruh jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.
Korban terakhir ditemukan pada Jumat (23/1/2026) pagi. Dengan demikian, seluruh awak dan penumpang pesawat yang berjumlah 10 orang telah ditemukan.
Baca Lainnya :
- Layanan Indihome Down Secara Nasional, Sebagian Pelanggan Tak Bisa Akses Internet
- Kepala BGN Pastikan Anak dari Pernikahan Siri hingga Putus Sekolah Bakal Kebagian MBG
- Dari Cemas sampai Depresi, Menkes Sebut Sekitar 28 Juta Orang Indonesia Punya Masalah Kejiwaan
- CPNS 2026 Berpeluang Dibuka, Menteri PANRB: Khusus untuk Fresh Graduate
- 31 Persen Warga Indonesia Lebih Suka Curhat ke AI Ketika Sedih
Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, mengatakan penemuan korban terakhir berlangsung secara bertahap sejak pagi hari.
“Pada pukul 08.33 WITA, dilaporkan tim tombak bersama tim gabungan menemukan paket 9. Kemudian pada pukul 08.59 WITA kami menerima laporan korban terakhir telah ditemukan, dan pada pukul 09.16 WITA paket 10 ditemukan oleh tim elang bersama tim SAR gabungan,” ujar Dody di Posko SAR Tompo Bulu, Jumat (23/1/2026), dikutip dari CNNindonesia.
Dody menjelaskan, hingga hari ketujuh operasi SAR, tim gabungan telah mengevakuasi dua dari lima kantong jenazah yang ditemukan pada Kamis (22/1/2026) melalui jalur udara. Sementara tiga kantong lainnya masih menunggu proses evakuasi lanjutan.
“Dua sudah sampai di lanud, masih kita tunggu 3 yang belum, yang kemarin dan sekarang 2 paket masih proses untuk didekatkan ke titik penjemputan heli,” jelasnya.
Menurut Dody, lokasi ditemukannya korban terakhir berada tidak jauh dari enam korban yang ditemukan sebelumnya. Namun medan yang sulit membuat proses evakuasi membutuhkan teknik khusus.
“Diinformasikan posisi satu areal dengan yang 6 kemarin ditemukan, namun lokasinya di jurang seperti sungai kalau ada hujan menjadi aliran air baku posisinya di darat. Sehingga membutuhkan teknik khusus,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii memastikan seluruh korban telah ditemukan.
“Alhamdulillah, sjadi pada pagi hari ini secara kuantitas sudah 10 kantong (jenazah),” katanya.
Diketahui, pesawat ATR 42-500 yang dicarter Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu siang pekan lalu saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar. Sehari kemudian, pesawat tersebut dikonfirmasi jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung.
Dalam manifes pesawat tercatat 10 orang, terdiri atas tujuh awak penerbangan dan tiga penumpang. (Nul/Nl)










