- Irjen Rizal Irawan Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Gantikan Irjen Nasri
- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
Ratusan Pekerja Lokal Proyek PLTMG Luwuk Tak Terdaftar BPJS, PLN Diminta Bertanggung Jawab
.jpg)
Keterangan Gambar : Pendiri Ruang Setara Project, Aulia Hakim. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Banggai — Pengerjaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) 40 megawatt (MW) di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, menyisakan persoalan serius.
Sekitar 300 pekerja lokal diduga tidak mendapat hak jaminan sosial ketenagakerjaan sebagaimana diwajibkan undang-undang.
Baca Lainnya :
- PPPK Donggala Datangi Kantor Gubernur Sulteng Tuntut Pembayaran Gaji
- Fiskal Terbatas, Pemprov Sulteng Minta Kebijakan Pendanaan Gaji PPPK Direformasi
- Nelayan yang Hilang di Perairan Batusuya Ditemukan Meninggal Dunia
- Angka Pengangguran Naik, Hampir 50 Ribu Orang di Sulteng Belum Dapat Pekerjaan
- Belum Ditemukan, Pencarian Nelayan Hilang di Batusuya Terus Diperluas
Proyek yang dikerjakan oleh PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PLN Enjiniring), anak perusahaan PT PLN (Persero), itu disebut tidak mendaftarkan ratusan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan.
Pendiri Ruang Setara Project, Aulia Hakim, menilai praktik semacam ini mencoreng citra perusahaan pelat merah.
“Praktik buruk perusahaan seperti ini memang sangat disandangkan terjadi, apalagi pihak perusahaan ini berlabel milik negara, sudah upah murah hak pekerja diabaikan, perusahaan-perusahaan ini harus segera diaudit,” tegas Aulia Hakim dalam rilisnya diterima media ini, Jumat (7/11) siang.
Sementara itu, salah satu pekerja bernama Suryono mengaku telah berulang kali melaporkan persoalan tersebut ke pihak manajemen, namun tidak kunjung ada tanggapan.
“Hampir 300 karyawan lokal dirugikan. Kami berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan, ini perusahaan yang tidak mendaftarkan pekerja—termasuk pekerja harian lepas—ke BPJS Ketenagakerjaan harusnya dapat dikenakan sanksi administratif, mulai dari teguran tertulis, denda, hingga penolakan layanan publik tertentu, tapi belum ada sanksi bagi perusahaan sampai sekarang,” terangnya.
Ruang Setara Project juga menyoroti bahwa Kecamatan Batui telah menjadi lokasi berbagai proyek besar energi nasional, termasuk pengembangan gas alam milik Pertamina EP dan pembangunan PLTMG milik PLN yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) program elektrifikasi 35.000 MW.
Proyek dengan mesin utama asal Norwegia bermerek Rolls Royce itu disebut meninggalkan catatan buruk terkait pengelolaan tenaga kerja di daerah.
“Kami menuntut pihak PLN dan Pemda Banggai termasuk pemerintah pusat untuk bertanggung jawab atas bobroknya sistem yang berjalan di tubuh korporasi negara ini, kami terus dimiskinkan dengan dalih proyek strategis nasional, ini kami lawan,” tutup Aulia Hakim. (Rul/Nl)




_2.jpg)





