- Kabar Baik buat yang Mau Mudik Nataru, Pemerintah Siapkan Diskon Tiket Pesawat
- 35 Tahun Menanti, Timnas Indonesia Akhirnya Angkat Trofi FIFA ASEAN Cup 2026
- Kualitas Udara Palu Memburuk, BMKG Sebut Ada Pengaruh Polutan dari Papua Selatan
- Pemprov Sulteng Siapkan Venue Kapasitas 50 Ribu Orang di Hutan Kota Palu untuk Pesparawi 2029
- Irjen Rizal Irawan Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Gantikan Irjen Nasri
- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
Menkeu Purbaya: Dana Rp 200 Triliun Dipindahkan dari BI ke Perbankan

Keterangan Gambar : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Youtube Sekretariat Presiden/Tangkapan layar)
Likeindonesia.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun di perbankan. Dana tersebut dipindahkan dari Bank Indonesia (BI) dan disalurkan ke lima bank nasional.
Menurut Purbaya, penyaluran dana terbesar diberikan kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Bank Mandiri, BNI, dan BRI masing-masing memperoleh Rp 55 triliun, sementara BTN mendapat Rp 25 triliun. Adapun PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperoleh Rp 10 triliun.
Baca Lainnya :
- Pajak Pegawai Hotel dan Kafe Bakal Ditanggung Pemerintah hingga Akhir 2025
- Timur Jauh Rusia Diguncang Gempa M 7,4 , Peringatan Tsunami Berlaku
- Gen Z Jadi Kelompok Paling Banyak Menganggur di Indonesia
- Menko Kumham Imipas Yusril: Institusi Negara Tak Bisa Gugat Warga Sipil soal Pencemaran Nama Baik
- 27 September Kini Resmi Jadi Hari Komedi Nasional, Bertepatan dengan Ultah Bing Slamet
“(BSI ikut) karena dia satu-satunya bank yang punya akses ke Aceh, supaya dananya juga bisa dimanfaatkan di sana,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (12/9/2025), dikutip dari finance.detik.com.
Ia menjelaskan penempatan dana tersebut dilakukan dalam bentuk deposit on call, yaitu simpanan yang dapat ditarik kapan saja setelah pemberitahuan terlebih dahulu.
Purbaya menekankan bahwa bank penerima tidak diperbolehkan menggunakan dana ini untuk membeli surat berharga negara (SBN). Dana harus diarahkan untuk penyaluran kredit agar mendorong perputaran ekonomi.
“Tujuannya itu menciptakan likuiditas di sistem finansial sehingga mereka terpaksa memberi kredit dan ekonomi akan bergerak,” tegasnya. (Bim/Nl)










