- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
Mahasiswa Untad Adu Bakat Jadi News Anchor di Pekan Ilmu Komunikasi

Keterangan Gambar : Salah satu peserta mengikuti lomba news anchor pada Pekan Ilmu Komunikasi yang diadakan Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Untad. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Lomba news anchor untuk pertama kalinya digelar dalam rangkaian Pekan Ilmu Komunikasi yang diadakan Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako, Palu.
Sebanyak 12 mahasiswa ikut berpartisipasi dalam ajang tersebut, Rabu (19/8) pagi.
Baca Lainnya :
- Satu Korban Gempa Poso Dirujuk ke RSUD Undata Palu, Jalani Operasi Kepala
- Setelah 11 Jam Pencarian, Pendaki Gunung Gawalise Alami Hipotermia Ditemukan Selamat
- Fathur Razaq Pimpin Upacara HUT RI ke-80 di Bukit Salena, Kibarkan Merah Putih di Udara
- Residivis Tikam Pengusaha Toko Bangunan Hingga Tewas di Palu
- Ribuan Warga Binaan di Sulteng Terima Remisi HUT RI ke-80
Ketua panitia, Dyah Fitria Kartika Sari, mengatakan lomba ini dihadirkan sebagai wadah untuk mencari sekaligus melatih bibit baru di dunia penyiaran.
“News anchor sendiri karena salah satu konsentrasi dalam prodi ilmu komunikasi itu adalah broadcasting. Jadi ini adalah salah satu cara untuk mencari bibit-bibit news anchor dari mahasiswa,” ujar Dyah.
Menurutnya, lomba news anchor memang baru pertama kali dilaksanakan.
Sebelumnya, kegiatan serupa hanya sebatas lomba master of ceremony (MC).
Salah satu peserta, Fhazia Tri Utama, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kesempatan ini.
Ia yang masih berstatus mahasiswa baru merasa bisa mengasah kemampuan komunikasi lewat lomba tersebut.
“News anchor itu betul-betul sangat bermanfaat, apalagi kan kita ini mahasiswa baru jadi kita diberi ruang untuk melatih skill komunikasi kita, bagaimana cara berbicara yang baik. Setelah tampil saya rasakan lega,” ungkap Fhazia.
Selain lomba news anchor, Pekan Ilmu Komunikasi 2025 menghadirkan lima cabang kompetisi lain, yakni fotografi naratif, lomba MC, pidato bahasa Inggris, serta video kreatif.
Seluruhnya terbuka untuk mahasiswa ilmu komunikasi.
Dyah menambahkan, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari pada 20–22 Agustus ini sudah memasuki tahun keempat penyelenggaraan.
Selain kompetisi, terdapat pula sejumlah agenda akademik seperti diskusi bersama alumni, kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Donggi Senoro LNG, hingga talkshow yang rencananya akan diisi oleh Bank Indonesia.
“Pekan ilmu komunikasi sendiri sebenarnya kegiatan silaturahmi antara mahasiswa, dosen, kemudian alumni prodi ilmu komunikasi,” jelas Dyah.
Pekan Ilmu Komunikasi diharapkan menjadi wadah bertemunya mahasiswa lintas angkatan sekaligus ruang pembelajaran praktis bagi mahasiswa baru dalam menyalurkan minat, bakat, serta kemampuan komunikasi mereka. (Rul)










