- Disambut KONI Sulteng, Atlet ASKI Pulang Bawa Dua Medali Emas dari Kejurnas di Jakarta
- Hari Kartini ke-147, Perempuan Sulteng Diajak Jadi Penggerak dari Keluarga hingga Pembangunan Daerah
- Berani Gowes, Komunitas Sekte Sepeda Tuntaskan 600 Km Luwuk–Palu dalam 6 Hari
- Rico Djanggola Siap Implementasikan Arahan Presiden Terkait Dukungan Asta Cita
- Harga LPG Non Subsidi Naik Serentak, Tabung 12 Kg di Sulteng Tembus Rp 230 Ribu
- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
Hari Kartini ke-147, Perempuan Sulteng Diajak Jadi Penggerak dari Keluarga hingga Pembangunan Daerah

Keterangan Gambar : Peringatan Hari Kartini ke-147 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulteng, Selasa (21/4/2026). (Foto : Humas Pemprov Sulteng)
Likeindonesia.com, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, secara resmi membuka peringatan Hari Kartini ke-147 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulteng, Selasa (21/4/2026).
Mengusung tema “Berani Bersama Kartini: Perempuan Berdaya Sulteng Nambaso Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan talkshow yang menghadirkan Wakil Gubernur Sulteng Reny Lamadjido dan Ketua TP PKK Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan sebagai narasumber.
Baca Lainnya :
- Berani Gowes, Komunitas Sekte Sepeda Tuntaskan 600 Km Luwuk–Palu dalam 6 Hari
- Harga LPG Non Subsidi Naik Serentak, Tabung 12 Kg di Sulteng Tembus Rp 230 Ribu
- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya peran perempuan sebagai penggerak, tidak hanya dalam lingkup keluarga, tetapi juga dalam pembangunan daerah. Ia menyebut, perempuan memiliki kontribusi besar dalam membentuk generasi masa depan sekaligus mendorong kemajuan masyarakat.
“Kalau kita ingin melahirkan generasi yang hebat, maka kuncinya adalah kesabaran. Dari perempuan yang sabar akan lahir generasi yang kuat,” ujarnya.
Menurutnya, semangat perjuangan Kartini harus terus diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi lingkungan sekitar. Ia juga menyoroti semakin banyaknya perempuan yang kini menduduki posisi strategis di pemerintahan sebagai bagian dari kemajuan daerah.
Gubernur turut menyinggung berbagai tantangan yang masih dihadapi Sulawesi Tengah, termasuk persoalan kemiskinan dan rumah tidak layak huni. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya perempuan, untuk ikut ambil bagian dalam upaya membantu sesama.
Salah satu langkah konkret yang dihadirkan pemerintah adalah program berbasis solidaritas sosial melalui aplikasi Berani Mosibagi, yang mengajak masyarakat berdonasi untuk membantu kebutuhan warga kurang mampu.
“Kami dari pemerintah akan membangun rumahnya, tetapi kami juga mengajak seluruh Kartini di Sulawesi Tengah untuk membantu mengisi rumah tersebut agar benar-benar layak dihuni,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Gubernur berharap perempuan di Sulawesi Tengah dapat terus berperan aktif, saling mendukung, dan menjadi motor penggerak dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas.
“Semoga Kartini-Kartini masa kini dapat bahu-membahu membantu sesama, khususnya mereka yang masih membutuhkan, demi terwujudnya Sulawesi Tengah yang lebih maju menuju Indonesia Emas,” pungkasnya. (Nul)









