- Perkembangan Kasus Pembunuhan Keluarga di Duyu, 9 Saksi Diperiksa dan Pelaku Masih Diburu Polisi
- 180 Gempa di Sulteng Tercatat pada Minggu Pertama Agustus
- Perhatikan Kualitas Air, Depot di Palu Diminta Penuhi Standar Higiene Sanitasi
- Mahasiswi Asal Morut Meninggal di Kos Palu, Keluarga Ikhlas dan Tidak Minta Autopsi
- Usai Palu–Guangzhou, Sulteng Bidik Rute Internasional Malaysia dan India
- Mayat Perempuan Ditemukan Mengapung di Pantai Lere, Identitas Korban Belum Diketahui
- Karyawan Hilang Usai Jatuh dari Tongkang di Morowali Utara Ditemukan di Kedalaman 15 Meter
- Palu, Sigi, dan Donggala Jadi Tujuan Wisata Terbanyak di Sulteng
- 35.872 Kopdes Dikebut Rampung Bulan Ini, Siap Beroperasi September
- Akhirnya, Penerbangan Internasional Perdana Palu–Guangzhou Dimulai 6 Agustus
Gubernur Anwar Hafid Hadiri Tahlilan 13 Tahun Wafatnya Ibunda Ahmad Ali

Keterangan Gambar : Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menghadiri Tahlilan memperingati 13 tahun wafatnya ibunda Ahmad Ali, di Desa Wosu, Kabupaten Morowali, Jumat (5/12/2025). (Foto: IST)
Likeindonesiacom, Morowali — Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menghadiri Tahlilan dan doa bersama memperingati 13 tahun wafatnya Hj. Saadiah Binti H. Himran, ibunda Ahmad Ali, di Desa Wosu, Kabupaten Morowali, Jumat (5/12/2025).
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri masyarakat dari berbagai wilayah Morowali. Ustadz Abdul Somad (UAS) juga hadir dan menyampaikan tausiah tentang pentingnya mengingat jasa orang tua, menjaga silaturahim, serta memperkuat kasih sayang kepada orang tua, baik yang masih ada maupun yang telah berpulang.
Baca Lainnya :
- Masigi Sakaya, Masjid Berbentuk Perahu Jadi Ikon Baru Kampung Lere Palu
- Di Sulteng, Warga Palu dan Banggai Tercatat Paling Jarang Merokok
- Polda Sulteng Kirim 30 Ton Beras dan Rp500 Juta untuk Korban Banjir di Sumatra
- Kondisi Jalan di Sulteng Akan Didokumentasikan Titik per Titik Mulai Awal 2026
- BMKG Imbau Warga Sulteng Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem
Dalam kesempatan itu, Gubernur Anwar Hafid mengenang sosok almarhumah sebagai pribadi sabar dan ramah.
“Almarhumah adalah seorang ibu yang luar biasa. Saya mengenal beliau sejak kecil. Beliau selalu menegur siapa pun yang ditemuinya baik anak-anak maupun orang tua. Itulah yang paling saya ingat dari sosok almarhumah,” ujar Gubernur.
Ia kemudian menegaskan bahwa mendoakan orang tua merupakan bentuk bakti yang tidak boleh terputus.
“Malam ini kita berkumpul bukan hanya untuk mendoakan almarhumah, tetapi juga untuk mendoakan diri kita agar selalu berada dalam kebaikan. Semoga amal ibadah almarhumah semasa hidup, serta amal-amal yang dilakukan anak-anaknya, terus menerangi perjalanan almarhumah di alam sana. Kita juga bangga melihat anak-anak almarhumah yang sukses berkat doa beliau,” ucapnya.
Suasana tahlilan semakin syahdu setelah tausiah UAS yang mengajak jamaah untuk senantiasa memuliakan orang tua dan menjaga hubungan persaudaraan. (BIM/Nl)










