- Kualitas Udara Palu Memburuk, BMKG Sebut Ada Pengaruh Polutan dari Papua Selatan
- Pemprov Sulteng Siapkan Venue Kapasitas 50 Ribu Orang di Hutan Kota Palu untuk Pesparawi 2029
- Irjen Rizal Irawan Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Gantikan Irjen Nasri
- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
Gempa di Poso Tewaskan Jemaat Gereja, Warga: Korban Berusaha Keluar, Tetapi Tertimpa Reruntuhan

Keterangan Gambar : Keluarga korban gempa Poso, Nosin Sole, menceritakan detik-detik peristiwa gempa yang meruntuhkan bangunan gereja. (Foto: Riski Budiman/TVRI)
Likeindonesia.com, Poso – Seorang jemaat Gereja Elim Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, dilaporkan meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 5,8 yang mengguncang wilayah Poso, Minggu (17/8/2025).
Korban bernama Katrin Kande (50 th) meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan gereja saat mengikuti ibadah pagi.
Baca Lainnya :
- Hacked By BARZXPLOIT
- BMKG Pastikan Gempa Poso Bermagnitudo 5,8, Susulan Capai 25 Kali
- 29 Warga Luka-Luka Akibat Gempa M5,8 di Poso
- Gempa Magnitudo 5,8 di Poso Dipicu Sesar Tokokaru, BMKG Catat 10 Gempa Susulan
- Hacked By Mr.SonicX
Katrin sempat dilarikan ke RSUD Poso dan menjalani perawatan intensif.
Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 WITA.
Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Masani.
Keluarga korban, Nosin Sole, menceritakan detik-detik peristiwa gempa yang meruntuhkan bangunan gereja.
“Ketika pembacaan firman Tuhan, tiba-tiba gemuruh gempa itu sepertinya akan rubuh bangunan. Orang sudah berhamburan menyelamatkan diri,” kata Nosin.
Ia menjelaskan, posisi korban saat berusaha keluar justru tertimpa bangunan yang rubuh bersama tiang-tiang lama gereja.
“Begitu kami menyelamatkan korban, ternyata almarhumah sudah tidak tertolong. Ia sempat dirawat di RSUD Poso, namun akhirnya dinyatakan meninggal pada pukul 21.00 WITA,” ujarnya.
Selain korban meninggal, sedikitnya 15 jemaat lainnya masih dirawat di RSUD Poso akibat luka serius.
Sebagian besar dilaporkan dalam kondisi kritis. (Rul)










