- Arab Saudi Salurkan 100 Ton Kurma ke Indonesia Jelang Ramadan, Siap Dibagi ke Masjid hingga Kampus
- Pre Launching Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Dua Rute Baru Segera Dibuka
- Menkeu Purbaya Siapkan Rp55 Triliun untuk THR ASN 2026, Target Cair Awal Ramadan
- Viral! Siswi MTs di Sigi Minta Menu MBG Dibuat Enak untuk Kado Ulang Tahun Ayahnya
- Johnny Limbunan Cup ke-18 Resmi Bergulir, Wadah Pembinaan Atlet Sulteng
- Sulteng Disambar 26.003 Petir dalam Sepekan, 10 Februari Paling Tinggi
- Aksi Bersih Serentak di Pantai Kampung Nelayan dan Pasar Masomba, 3 Ton Sampah Diangkut
- Jembatan Palu IV dan Elevated Road Resmi Dibuka, Warga Sudah Bisa Melintas
- Sesar Palu Koro Aktif, Donggala Tiga Kali Diguncang Gempa
- Denda Tunggakan BPJS Kelas 3 Akan Dihapus, Perpres Disiapkan
Geger! Warga Palupi Temukan Pria Tewas dengan Luka di Pelipis

Keterangan Gambar : Lokasi penemuan jasad pria berusia 52 tahun di rumahnya di Jalan Padat Karya, Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Minggu malam (19/10/2025), dipasangi garis polisi. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Palu – Penemuan jasad pria berusia 52 tahun di rumahnya di Jalan Padat Karya, Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Minggu malam (19/10/2025), menggemparkan warga. Polisi menemukan luka di bagian pelipis dan memar di mata korban yang mengindikasikan dugaan kekerasan.
Korban berinisial AS pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya, SS (51 th), yang datang berkunjung bersama istrinya sekitar pukul 19.10 WITA. Saat tiba, rumah dalam kondisi gelap karena mati lampu dan pintu terbuka. Begitu masuk ke ruang tamu, saksi mendapati korban dalam posisi telungkup di lantai. Setelah dibalik, korban diketahui sudah tidak bernyawa.
Baca Lainnya :
- DPRD Palu Soroti Efisiensi Anggaran, Minta Layanan Disabilitas Tak Terdampak
- Program GENTING di Sulteng Sudah Jangkau 14 Ribu Keluarga Berisiko Stunting
- Pulang dari PON Bela Diri 2025 di Kudus, Atlet Judo dan Gulat Sulteng Apresiasi Dukungan KONI
- Tenun Lokal Palu Akan Dilindungi Lewat Perda Pelestarian Budaya
- Museum Sulawesi Tengah Jadi Ruang Edukasi Sejarah bagi Pelajar
Kapolsek Palu Selatan, AKP Muhammad Kasim, membenarkan penemuan mayat tersebut. Ia menjelaskan pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 19.30 WITA dan segera menuju lokasi bersama piket fungsi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami langsung mengamankan lokasi, memasang garis polisi, dan mengumpulkan keterangan saksi di sekitar TKP,” kata AKP Muhammad Kasim.
Dari hasil keterangan saksi KS (28 th), korban sempat menanyakan kepadanya pada Sabtu sore (18/10/2025) apakah mendengar suara ribut dari arah rumahnya beberapa malam terakhir. Saksi juga sempat melihat luka di pelipis kanan dan memar di kelopak mata korban. Saat ditanya penyebabnya, korban mengaku tidak tahu dan mengatakan kamarnya sempat berantakan saat bangun tidur.
Sekitar pukul 21.10 WITA, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sulteng untuk dilakukan visum et repertum (VER). Hasil pemeriksaan medis sementara menunjukkan adanya luka di bagian wajah yang mengarah pada dugaan kekerasan.
Kapolresta Palu, Kombes Pol Deny Abrahams, menyatakan pihaknya telah menerima laporan dari Polsek Palu Selatan dan kini tengah melakukan penyelidikan menyeluruh.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi. Tim Inafis Polresta Palu akan bekerja profesional untuk memastikan penyebab kematian korban,” ujar Kapolresta Palu.
Selain memeriksa sejumlah saksi, polisi juga menelusuri keterangan warga sekitar yang mengaku sempat mendengar suara perempuan meminta tolong dari arah rumah korban pada Kamis malam (16/10/2025) sekitar pukul 22.00 WITA.
Korban terakhir terlihat oleh warga pada Sabtu siang ketika sempat membeli rokok di kios depan rumahnya. Berdasarkan temuan itu, polisi memperkirakan korban meninggal dunia pada sore hari sebelum ditemukan malamnya.
Kapolresta menegaskan penyelidikan masih berlangsung dan hasil visum menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti kematian korban.
“Kami akan mengungkap kasus ini secara cepat dan transparan demi memberikan keadilan bagi keluarga korban serta menjaga ketenangan masyarakat,” tegas Kombes Pol Deny Abrahams. (Bim/Nl)










