- Curi AC di Balaroa dan Ujuna, Residivis Ditangkap Polsek Palu Barat
- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
- Terungkap Setelah Dua Tahun Hilang, Paramitha Dibunuh Sopir Travel saat Perjalanan ke Morowali
- Perkembangan Kasus Pembunuhan Keluarga di Duyu, 9 Saksi Diperiksa dan Pelaku Masih Diburu Polisi
Cek Kesehatan Gratis Kini Masuk Sekolah, Sasar Puluhan Juta Siswa

Keterangan Gambar : Kementerian Kesehatan memulai program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah (CKG Sekolah) pada Senin (04/08/2025). (Dok: Kemenkes)
Likeindonesia.com, Jakarta - Pemerintah resmi menggelar program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah (CKG Sekolah) mulai Senin (04/08/2025). Program ini menyasar siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga madrasah, pesantren, SLB, dan sekolah rakyat.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 53,8 juta siswa ditargetkan ikut dalam program ini.
Baca Lainnya :
- Prabowo Terbitkan Perpres, Dokter di Daerah Tertinggal Dapat Tunjangan Rp30 Juta per Bulan
- Kinaya Maulidyah Wakili Indonesia di Kejuaraan Panjat Tebing Asia 2025
- Dinilai Tak Aman, Mendikdasmen Larang Anak-anak Main Game Roblox
- H4ck3dByV1N55X404
- Aturan Baru Pajak Emas Berlaku, Beli Lewat Bullion Bank Kini Kena PPh 22 Sebesar 0,25 Persen
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, pelaksanaan lebih dulu dimulai di sekolah rakyat karena sistemnya yang berasrama.
“Karena sekolah rakyat itu adalah sekolah berasrama jadi kemarin kita mulainya duluan. Kita sudah melakukan cek kesehatan gratis sekolah rakyat di 72 sekolah,” ujar Budi, dikutip dari laman Kemenkes, Rabu (6/8/2025).
Dari hasil awal pemeriksaan, masalah gigi muncul sebagai keluhan paling umum di kalangan anak-anak. Masalah lain yang banyak ditemukan adalah gangguan mata dan anemia.
“Saya juga terkejut, ternyata banyak anak kita memiliki masalah gigi, mata, dan kecemasan akibat penggunaan gadget,” kata Budi.
Program CKG Sekolah tak hanya menyasar kesehatan fisik. Pemeriksaan juga mencakup kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi. Hal ini dianggap penting karena selama ini deteksi dini gangguan mental pada anak masih minim.
“Kita mulai ukur (tingkat) kecemasan, depresi, agar bisa ditindaklanjuti lebih awal,” jelasnya.
Program ini menyesuaikan jenis pemeriksaan dengan jenjang pendidikan. Siswa usia 7 hingga 17 tahun akan diperiksa sesuai usia dan kebutuhan masing-masing anak.
Berikut daftar pemeriksaan CKG Sekolah:
Siswa SD/Sederajat (Usia 7–12 Tahun)
- Status gizi
- Merokok (kelas 5–6)
- Tingkat aktivitas fisik (kelas 4–6)
- Tekanan darah
- Gula darah
- Tuberkulosis
- Telinga
- Mata
- Gigi
- Jiwa (kesehatan mental)
- Hati (hepatitis B)
- Kesehatan reproduksi (kelas 4–6)
- Riwayat imunisasi (kelas 1)
Siswa SMP/Sederajat (Usia 13–15 Tahun)
- Status gizi
- Merokok
- Tingkat aktivitas fisik
- Tekanan darah
- Gula darah (kelas 7)
- Tuberkulosis
- Talasemia
- Anemia (kelas 7)
- Telinga
- Mata
- Gigi
- Jiwa (kesehatan mental)
- Hati (hepatitis B dan C)
- Kesehatan reproduksi
- Riwayat imunisasi HPV (kelas 9 putri)
Siswa SMA/Sederajat (Usia 16–17 Tahun)
- Status gizi
- Merokok
- Tingkat aktivitas fisik
- Tekanan darah
- Gula darah
- Tuberkulosis
- Talasemia
- Anemia (kelas 10 putri)
- Telinga
- Mata
- Gigi
- Jiwa (kesehatan mental)
- Hati (hepatitis B dan C)
- Kesehatan reproduksi
(Nul)



.jpg)






