Baru Dilantik, Kepala BGN Siap Dengar Kritik soal MBG

By Inul Irfani 23 Jul 2026, 15:53:51 WIB Nasional
Baru Dilantik, Kepala BGN Siap Dengar Kritik soal MBG

Keterangan Gambar : Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono. (Foto: Dok. Hukum dan Humas BGN)


Likeindonesia.com, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Sudaryono, menyatakan siap mendengarkan kritik, masukan, hingga laporan masyarakat terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, seluruh aspirasi publik akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan di BGN.


Sudaryono mengatakan masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi, terutama dalam aspek tata kelola program MBG. Karena itu, ia menilai BGN tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan partisipasi masyarakat agar pelaksanaan program berjalan semakin baik.

Baca Lainnya :


Ia juga mempersilakan masyarakat melaporkan apabila menemukan hal-hal yang dinilai janggal dalam pelaksanaan MBG maupun memberikan ide-ide baru untuk penyempurnaan program.


“Ada barangkali ditemukan hal-hal yang janggal, ada ide-ide baru dan lain-lain, kami siap untuk menerima masukan dan menjadi bahan pertimbangan untuk kami mengambil sebuah keputusan," kata Sudaryono usai dilantik di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026), dikutip dari cnnindonesia.com.


Selain itu, Sudaryono menegaskan anggaran MBG yang bersumber dari APBN harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. 


Menurutnya, setiap rupiah yang digunakan harus sesuai tujuan program, yakni menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok penerima manfaat lainnya.


Tak hanya meningkatkan gizi masyarakat, Sudaryono menilai program MBG juga mampu menggerakkan perekonomian desa melalui penyerapan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan lokal.


"Ini adalah program dari rakyat untuk rakyat. Dana APBN yang besar itu kemudian beredar di desa-desa. Kami melihat langsung bagaimana efeknya, kami melihat langsung bagaimana manfaatnya kepada ekonomi kita di desa-desa yang dirasakan secara penuh oleh para masyarakat kita, khususnya petani, peternak, dan lain-lain di desa-desa," pungkasnya. (nul)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.