- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Warga Keluhkan Mahalnya Harga Bahan Pokok, Disperindag Palu Gelar Operasi Pasar Murah

Keterangan Gambar : Disperindag Kota Palu menggelar operasi pasar murah di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Senin (4/8). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu - Lonjakan harga bahan pokok dalam beberapa bulan terakhir memicu keluhan dari masyarakat Kota Palu.
Guna merespons kondisi tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu menggelar operasi pasar murah di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Senin (4/8) pagi.
Baca Lainnya :
- Terjebak Semalaman di Gunung Nokilalaki, Enam Pendaki Berhasil Dievakuasi Selamat
- Inisiatif Literasi dari UMKM: Bilik Diksi, Lapak Buku Independen Bernuansa Estetik di Kota Palu
- Pedagang Bendera Musiman Mulai Ramaikan Jalanan Palu Jelang HUT RI ke-80
- Tali Bendera Putus, Tim Damkar Palu Panjat Tiang Demi Lanjutkan Latihan Paskibra
- Bendera Pataka Diserahkan, Sulteng Pegang Amanah Tuan Rumah FORNAS IX
Operasi pasar ini menjadi salah satu upaya stabilisasi harga, terutama untuk komoditas yang belakangan mengalami kenaikan signifikan, seperti beras dan telur.
"Ini ya sangat membantu, karena kan sekarang mahal semua apa-apa, jadi dengan adanya pasar murah ini kita bisa menghemat dengan belanja subsidi," ujar Ivon Muchtar, salah satu warga Kelurahan Tondo yang ditemui di lokasi.
Menurutnya, harga telur di pasaran kini mencapai Rp55 ribu per rak, sementara dalam pasar murah ia bisa mendapatkannya seharga Rp40 ribu.
Selain telur, ia juga membeli beras, minyak goreng, dan gula.
"Harapannya ya supaya turunlah barang yang mahal-mahal ini, sering-seringlah diadakan pasar murah begini," lanjut Ivon.
Pasar murah yang digelar selama dua hari, yakni 4–5 Agustus, menyediakan sejumlah bahan pokok dengan harga di bawah pasaran.
Di antaranya beras Rp62 ribu per 5 kilogram, minyak goreng Rp11 ribu per liter, gula Rp12.500 per kilogram, tepung terigu Rp7.500 per kilogram, telur Rp40 ribu per rak, bawang merah Rp48 ribu per kilogram, dan bawang putih Rp30 ribu per kilogram.
Total stok yang disediakan pun cukup besar, yakni 3,5 ton beras, masing-masing 1 ton minyak dan gula, 600 kilogram tepung terigu, 300 rak telur, serta 150 kilogram bawang merah dan putih.
Pengawas Perdagangan Disperindag Kota Palu, Mohammad Fauzi, menyampaikan bahwa operasi pasar ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Wakil Wali Kota Palu untuk segera melakukan intervensi harga.
“Pasar murah ini, waktu rapat rakor, ibu wakil wali kota meminta untuk segera melakukan operasi pasar murah,” jelas Fauzi.
Ia menambahkan, komoditas yang dijual mencakup barang bersubsidi dan non-subsidi.
Khusus untuk beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), Disperindag telah menyiapkan satu ton untuk hari pertama.
Jika permintaan masyarakat masih tinggi, stok akan ditambah.
“Beberapa bulan ini kan beras kita mengalami kenaikan, makanya kami datangkan beras SPHP. Kalau masih banyak masyarakat ingin membeli, kami akan mendatangkan lagi,” ujarnya.
Rencananya, kegiatan serupa akan digelar kembali sebanyak tiga hingga empat kali selama bulan Agustus dalam rangka menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Lokasi berikutnya dijadwalkan di Kantor Wali Kota Palu pada 14–15 Agustus, lalu di Kecamatan Tawaeli dan Kecamatan Palu Utara.
Disperindag juga mengimbau masyarakat, khususnya penerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), untuk menggunakan kartu mereka secara bijak dan tidak meminjamkannya kepada orang lain.
“Penyampaian kepada masyarakat khususnya pemegang kartu PKH, belanja secukupnya, tidak meminjamkan kartu PKH-nya kepada orang yang tidak berhak, kemudian tetap memakai KTP plus kartu PKH,” pungkasnya. (Rul)










