- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Pedagang Bendera Musiman Mulai Ramaikan Jalanan Palu Jelang HUT RI ke-80
.jpg)
Keterangan Gambar : deretan pedagang musiman bendera merah putih mulai mewarnai Jalan RE Martadinata, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore. Kota Palu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, deretan pedagang musiman bendera merah putih mulai mewarnai sejumlah ruas jalan di Kota Palu.
Salah satunya tampak di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore.
Baca Lainnya :
- Tali Bendera Putus, Tim Damkar Palu Panjat Tiang Demi Lanjutkan Latihan Paskibra
- Bendera Pataka Diserahkan, Sulteng Pegang Amanah Tuan Rumah FORNAS IX
- 23.768 Pengajuan Berani SEHAT, Wagub: Jangan Ada Lagi Orang Tak Bisa Berobat Karena Tak Punya Uang
- Menkes Ingatkan: Jantung Bukan Penyakit Mendadak, Cek Kesehatan Gratis Harus Dimanfaatkan
- RSUD Undata Palu Gelar Operasi Jantung Terbuka Perdana di Sulawesi Tengah
Sejumlah pedagang mulai menggelar dagangan mereka sejak akhir Juli.
Beragam atribut kemerdekaan ditawarkan, mulai dari bendera merah putih berbagai ukuran, umbul-umbul, bandir, hingga latar dekorasi atau background untuk keperluan perayaan 17 Agustus.
“Mulai tanggal 28 Juli jualan di sini. Buat memeriahkan 17 Agustusan, saya bawa bendera, umbul-umbul, bandir, background, dan lain-lain,” ujar Asep Nurhadi, seorang pedagang yang sudah empat tahun berjualan musiman di Palu, Minggu (3/8/2025).
Menurut Asep, harga dagangan bervariasi, mulai dari Rp35 ribu hingga Rp400 ribu, tergantung jenis dan ukurannya.
Umbul-umbul menjadi salah satu barang paling laris diburu warga.
“Kalau paling murah ya umbul-umbul, Rp35 ribu penjualan, kalau nawarin Rp40 ribu. Kalau mahal yang background, Rp350 ribu, polos ini Rp400 ribu paling mentok. Dari Bandung langsung,” tambahnya.
Meski lonjakan pembeli biasanya terjadi sejak pekan pertama Agustus, namun Asep mengaku rezeki tidak selalu datang di waktu yang sama tiap tahun.
“Mulai pemasangan tanggal 7 rame pembeli, cuma namanya rezeki ya nggak tentu, kadang ya awal, kadang tanggal-tanggal 10,” jelasnya.
Dalam sehari, Asep berjualan sejak pukul 07.00 hingga 20.00 WITA.
Dari usahanya ini, ia bisa meraup omzet puluhan juta rupiah setiap musim kemerdekaan.
“Kadang Rp50 juta, kadang di bawah,” ungkapnya.
Antusiasme warga dalam menyambut bulan kemerdekaan turut dirasakan oleh para pembeli.
Kadek Suwiyanti, salah seorang warga, mengaku rutin membeli bendera dan umbul-umbul setiap Agustus tiba.
“Beli bendera merah putih yang merupakan lambang negara Indonesia serta umbul-umbulnya. Jadi, setiap kali bulan Agustus datang, biasanya di tanggal 1 kita sudah pasang bendera merah putih selama 1 bulan bahwa kita menghargai, bangsa Indonesia menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia yang tahun ini 80 tahun,” ujar Kadek.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta merayakan kemerdekaan dengan memasang bendera di rumah masing-masing sebagai bentuk cinta tanah air.
“Saya pribadi sangat senang dan gembira dengan kemerdekaan Indonesia dan saya juga mengajak seluruh warga Indonesia, mari kita bersama-sama untuk merayakan kemerdekaan Indonesia dengan memasang bendera di rumah kita, sebagai lambang bahwa kita warga bangsa Indonesia yang cinta Indonesia,” tutupnya. (Rul)










