- Presiden Ganti Kepala BGN, Dadan Hindayana Dicopot
- Kemendagri Gelar Rakor Produk Hukum Daerah di Palu, Soroti Membludaknya Regulasi Daerah
- Resmi Berakhir! Armada RJA Keluar sebagai Juara Berani Cup Donggala 2026
- Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan Mulai Cair Hari Ini, Cek Nominalnya
- Harga BBM Pertamina per 1 Juni Berubah, Pertamax Turbo Naik
- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
Viral Obat Rp2 Juta Untuk Balita, RSUD Undata Pastikan Tidak Ada Beban untuk Keluarga Pasien

Keterangan Gambar : Direktur Utama RSUD Undata, drg. Herri, M.Kes. (Foto: Ist)
Likeindonesia.com, PALU – Viral informasi terkait seorang pasien balita penderita pembengkakan hati yang disebut membutuhkan obat albumin seharga Rp2 juta akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari RSUD Undata Palu, Jumat (5/9/2025).
Pihak rumah sakit memastikan seluruh obat yang dibutuhkan pasien telah dijamin melalui program BERANI Sehat dan BPJS Kesehatan, sehingga tidak ada beban biaya tambahan kepada keluarga.
Baca Lainnya :
- September Hitam, Massa Kamisan Desak Pemerintah Tindaklanjuti Tuntutan
- Wali Kota Palu Temui Mahasiswa hingga Ojol, Janjikan Penyesuaian Pajak dan Fasilitas Publik
- Gubernur Pasang Target Inflasi Sulteng Turun di Bawah 3,5 Persen dalam Tiga Bulan
- Siswa SMK di Palu Ubah Motor BBM Jadi Listrik, Pertama di Sulteng
- Gempa 4,8 SR Guncang Parigi Moutong, Terasa Hingga Palu dan Poso
Direktur Utama RSUD Undata, drg. Herri, menjelaskan bahwa pasien balita tersebut sebelumnya dirawat lebih dari delapan hari di RSUD Anuntaloko Parigi tanpa perkembangan signifikan.
“Pasien kemudian dirujuk ke RSUD Undata pada 3 September 2025 dan masuk ke ruang Catelia pada 4 September untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Herri menambahkan, obat yang dimaksud kemungkinan adalah albumin. Namun hingga kini dokter yang menangani belum menginstruksikan penggunaannya.
“Kami pastikan apabila dokter menginstruksikan obat albumin ataupun obat lainnya, seluruhnya ditanggung oleh program BERANI Sehat dan BPJS Kesehatan. Tidak ada pembebanan biaya tambahan kepada keluarga pasien,” tegasnya.
Manajemen RSUD Undata juga mengaku telah mendatangi langsung keluarga pasien untuk memberikan penjelasan. Klarifikasi ini dilakukan agar tidak ada lagi kesalahpahaman informasi di masyarakat.
“Penyampaian sebelumnya dari pihak rumah sakit perujuk mungkin menimbulkan persepsi bahwa keluarga harus menanggung biaya obat mahal secara mandiri,” tambah Herri.
Lebih lanjut, RSUD Undata mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.
“Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada setiap pasien, baik BPJS maupun non-BPJS. Tidak ada pasien yang ditelantarkan atau diwajibkan membeli obat di luar sistem,” tegas pihak manajemen.
Selain berkoordinasi dengan keluarga pasien, RSUD Undata juga meminta agar pihak yang pertama kali menyebarkan kabar tersebut melalui media sosial turut melakukan klarifikasi, guna mencegah keresahan publik. (Bim)




.jpg)





