- Pembayaran Honorer di Sulteng Ditarget Tertib dan Merata, Gubernur Pastikan Tanpa Ketimpangan
- Penumpang Pesawat Dapat Keringanan, Pajak Tiket Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari
- Guru Viral Perbaiki Pintu Kelas di Sekolah Terpencil Parimo Dapat Apresiasi dari Pemprov Sulteng
- Disambut KONI Sulteng, Atlet ASKI Pulang Bawa Dua Medali Emas dari Kejurnas di Jakarta
- Hari Kartini ke-147, Perempuan Sulteng Diajak Jadi Penggerak dari Keluarga hingga Pembangunan Daerah
- Berani Gowes, Komunitas Sekte Sepeda Tuntaskan 600 Km Luwuk–Palu dalam 6 Hari
- Rico Djanggola Siap Implementasikan Arahan Presiden Terkait Dukungan Asta Cita
- Harga LPG Non Subsidi Naik Serentak, Tabung 12 Kg di Sulteng Tembus Rp 230 Ribu
- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
Tukar Sampah dengan Takjil, Warga Palu Antusias Ikut Gerakan Ramadan Minim Sampah
.jpg)
Keterangan Gambar : Puluhan warga di Kelurahan Tondo, Kota Palu, antusias mengikuti kegiatan penukaran sampah dengan takjil, Senin (9/3/2026) sore. (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Puluhan warga di Kelurahan Tondo, Kota Palu, antusias mengikuti kegiatan penukaran sampah dengan takjil dalam program Ramadan minim sampah yang digelar oleh Bank Sampah Kabelotapura bersama Paguyuban KSE Universitas Tadulako, Senin (9/3/2026) sore.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan RE Martadinata itu menyasar masyarakat Kota Palu yang melintas di kawasan tersebut.
Baca Lainnya :
- Polresta Palu Petakan Potensi Gangguan Kamtibmas Jelang Idulfitri
- Dua Batalyon Infanteri Teritorial Baru Dibentuk, Berbasis di Polman dan Parigi Moutong
- ARKOM Siapkan Pilot Project Penataan Permukiman Berbasis Komunitas di Kampung Baru Palu
- Bukber Nambaso Digelar Hari Ini, Pemprov Sulteng Siapkan 10 Ribu Porsi Gratis untuk Warga
- BPOM Palu Naik Status Jadi Balai Besar, Pengawasan Obat dan Makanan di Sulteng Diperkuat
Panitia terlihat membawa spanduk sambil menawarkan takjil melalui pengeras suara kepada para pengguna jalan agar menukarkan sampah yang dibawa dengan makanan berbuka puasa.
Sejumlah warga kemudian berdatangan membawa sampah anorganik seperti plastik dan kardus. Sampah yang diserahkan langsung ditukar dengan takjil yang telah disiapkan panitia, sementara warga bebas memilih makanan atau minuman berbuka yang tersedia.
Ketua Paguyuban KSE, Mutia Nurul Fatika Djafara, mengatakan kegiatan tersebut telah memasuki tahun kelima pelaksanaan sebagai bagian dari upaya mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.
“Ini adalah kegiatan di tahun ke-5 kami, bank sampah Kabelotapura dengan Paguyuban KSE Untad, kami itu dalam program ini melaksanakan kegiatan tukar sampah menjadi takjil,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama lima tahun pelaksanaan kegiatan tersebut masyarakat mulai memahami bahwa sampah yang dikumpulkan dapat diolah kembali menjadi barang yang memiliki nilai guna.
Mutia mengatakan sampah yang dikumpulkan warga nantinya akan ditampung di bank sampah untuk diseleksi dan diproses kembali sebelum dimanfaatkan.
“Setelah dikumpul kami itu punya bank sampah, di tampung disana, disanalah kita filter kita saring lagi kita gunakan menjadi suatu barang yang bisa berguna,” katanya.
Dalam kegiatan itu, masyarakat diperbolehkan membawa berbagai jenis sampah anorganik tanpa batas minimal. Jenis sampah yang diterima di antaranya kardus dan plastik selama masih dapat diolah kembali.
“Berapapun sampah yang dibawa kami akan memberikan takjil, tapi ketika membawa sampah lebih banyak lagi kita akan tukarkan lebih banyak lagi,” jelas Mutia.
Koordinator Kemitraan Bank Sampah Kabelotapura, Adriansya, menuturkan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat maupun mahasiswa tentang pentingnya pemilahan sampah.
“Ini sudah kita lakukan kelima kali ini, harapan dari kegiatan ini adalah bagaimana bukan hanya masyarakat yang teredukasi tapi juga mahasiswa yang berada di wilayah Kota Palu,” katanya.
Menurutnya, pengelolaan sampah di bank sampah tersebut kini telah berkembang hingga menghasilkan berbagai produk turunan dari limbah yang dikumpulkan.
Adriansya menjelaskan salah satu tujuan kegiatan itu juga untuk memperkenalkan keberadaan bank sampah kepada masyarakat luas.
“Sejauh ini pengelolaan sampah di Bank Sampah Kabelotapura itu sudah tahap produk turunan, ada tiga produk turunan yang kita coba lakukan, ada pembuatan sabun dari minyak jelantah, lilin juga dari minyak jelantah, kemudian ada pembuatan pupuk organik cair, dan salah satu tujuan kegiatan ini untuk memberitahukan bahwa di tondo sendiri ini sudah ada bank sampah,” ujarnya.
Selain menerima sampah plastik, bank sampah tersebut juga mulai mengelola sampah organik untuk berbagai kebutuhan pengolahan lanjutan.
Program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat Kota Palu untuk mulai memilah sampah sekaligus mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, khususnya selama Ramadan. (Rul/Nl)










