- Jumlah Warga Terdampak Gempa di Sigi Capai Ribuan, 1 Korban Jiwa dan 1.360 Rumah Rusak
- Fokus Penanganan Pascagempa, Wagub Sulteng Sambangi RS dan Warga Terdampak
- Hingga Pukul 05.30 WITA, Gempa Susulan Pascagempa M 6,7 Capai 419 Kali
- BMKG Laporkan 177 Gempa Susulan hingga Pukul 20.00 WITA, 70 Kali Dirasakan Warga
- BPJN Sulteng Pastikan Sejumlah Jembatan di Palu hingga Jalan Kebun Kopi Aman Pascagempa M 6,7
- BMKG Sebut Gempa Magnitudo 6,7 di Palu-Sigi Berasal dari Aktivitas Sesar Sausu
- BMKG Catat 71 Gempa Susulan hingga Pukul 14.30 WITA
- Gubernur Instruksikan Tanggap Darurat Usai Gempa M 6,7, Tenaga Medis Dikerahkan ke Lokasi Terdampak
- BMKG Catat 16 Kali Gempa Susulan Usai Magnitudo 6,7 di Tenggara Palu
- Empat Atlet Junior Sulteng Berlaga di Asian OWS Bali
Sempat Rusak Akibat Pencurian, Perbaikan EWS Tsunami di Lere Telan Anggaran Rp37 Juta

Keterangan Gambar : Petugas teknis memperbaiki alat pendeteksi tsunami atau early warning system (EWS) di Kelurahan Lere, Kota Palu. (Foto: BPBD Kota Palu)
Likeindonesia.com, Palu - Alat pendeteksi tsunami atau early warning system (EWS) di Kelurahan Lere, Kota Palu, yang sebelumnya tidak berfungsi akibat pencurian komponen kabel, kini kembali beroperasi.
Perbaikan alat tersebut menelan anggaran sebesar Rp37 juta yang bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Baca Lainnya :
- BMKG Prediksi 2026 Lebih Basah Usai Iklim Ekstrem di Sulteng 2025
- BMKG Catat 160 Gempa Guncang Sulawesi Tengah dalam Dua Pekan
- Palu Perluas Koperasi Merah Putih, Gerai Dibangun di Huntap Tondo
- Populasi Endemik Sulawesi Bertambah, TN Lore Lindu Berhasil lepasliarkan 965 Anak Maleo hingga 2025
- Swiss-Belhotel Silae Palu Hadirkan Seafood Tumpah, Sensasi Santap Seafood Menghadap Teluk Palu
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu melakukan perbaikan dengan mengganti sejumlah kabel yang sebelumnya dicuri oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Kota Palu, Marzuki, menjelaskan bahwa kabel yang diganti terdiri dari empat jenis dengan panjang masing-masing sekitar 15 meter.
“Kemarin kabel yang diganti ada 4 jenis, ada yang kabel antena, dan 3 lainnya kabel biasa,” ujar Marzuki, Senin (26/1/2026).
Ia menuturkan, total panjang kabel yang diganti mencapai sekitar 60 meter.
Menurutnya, keempat kabel tersebut merupakan komponen utama yang hilang akibat pencurian beberapa waktu lalu, sehingga menyebabkan EWS tidak dapat difungsikan.
“Ada 15 meter per kabel, jadi kurang lebih 4 itu 60 meter. Empat kabel ini yang dibacut kemarin dengan pencurinya,” katanya.
Marzuki menyampaikan, pihaknya telah melaporkan kejadian pencurian tersebut ke aparat penegak hukum.
Proses pemeriksaan juga telah dilakukan, namun hingga kini pelaku pencurian belum berhasil diamankan.
“Awal kejadian kami sudah melapor ke pihak berwajib, terus kami di BAP lagi, dan sampai sekarang pelakunya belum ditangkap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, besarnya anggaran perbaikan tidak hanya disebabkan oleh pengadaan kabel, melainkan juga biaya teknisi yang harus didatangkan dari luar daerah sebagai pihak ketiga pelaksana perbaikan.
“Kalau kabelnya ini sebenarnya tidak terlalu jadi masalah, tapi teknisinya yang mahal, untuk mendatangkan mereka itu,” kata Marzuki.
Usai perbaikan, alat pendeteksi tsunami di Kelurahan Lere kini telah kembali berfungsi.
BPBD Kota Palu berharap dukungan semua pihak untuk menjaga keberadaan EWS, mengingat alat tersebut merupakan prasarana vital dalam upaya mitigasi bencana tsunami di wilayah pesisir.
Saat ini, Kota Palu memiliki tiga unit early warning system tsunami yang terpasang di sejumlah kelurahan dekat kawasan laut.
Alat-alat tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang diusulkan oleh Pemerintah Kota Palu sebagai bagian dari penguatan sistem peringatan dini bencana. (Rul/Nl)










