Mulai 13 Februari, Kontainer Tak Lagi Diizinkan Masuk Kota Palu

By Inul Irfani 11 Feb 2026, 15:18:58 WIB Daerah
Mulai 13 Februari, Kontainer Tak Lagi Diizinkan Masuk Kota Palu

Keterangan Gambar : Ilustrasi truk memuat kontainer. (Foto : iStockphoto)


Likeindonesia.com, Palu — Pemerintah Kota Palu akan memberlakukan larangan kendaraan kontainer masuk ke wilayah dalam kota mulai 13 Februari 2026. 


Kebijakan tersebut menunggu pembukaan resmi Jembatan Palu IV dan elevated road yang dijadwalkan beroperasi pada tanggal tersebut.

Baca Lainnya :


Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menyampaikan, pembukaan jalur baru itu ditargetkan berlangsung tanpa hambatan bersama BPJN dan Kementerian PUPR.


“Insya Allah tidak ada halangan BPJN, Kementerian PUPR bersama Pemerintah Kota insya Allah tidak ada halangan tanggal 13 sudah akan membuka open traffic buat jalan elevated road, jembatan 4, insya Allah sudah bisa dimanfaatkan,” ujar Hadianto dalam postingan video di akun pribadi instagram @/Hadiantorasyid, dikutip Rabu (11/2/2026).


Ia menegaskan, setelah jalur tersebut difungsikan, kendaraan kontainer tidak lagi diperbolehkan masuk ke dalam wilayah kota.


Penegasan itu, menurutnya, sudah disampaikan kepada Dinas Perhubungan dan akan berlaku efektif setelah jembatan dibuka.


“Jadi, insya Allah kita akan atur bahwa tidak akan ada lagi kontainer nanti yang bisa masuk ke wilayah kota, hal ini saya sudah tegaskan kepada Dishub, kita menunggu pemberlakuan ini berlaku ketika Jembatan 4 sudah dibuka,” katanya.


Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengalihkan pergerakan kendaraan berat ke jalur elevated road dan Jembatan Palu IV sehingga tidak lagi melintasi pusat kota.


Hadianto kembali menyatakan, aturan pembatasan itu akan diberlakukan bersamaan dengan operasional infrastruktur baru tersebut.


“Dan insya Allah moga-moga aturan terkait kontainer untuk tidak bisa lagi masuk wilayah kota insya Allah sudah akan efektif kita berlakukan,” tuturnya.


Sebelumnya, Jembatan Palu IV dan elevated road telah menjalani uji coba lalu lintas terbatas sebagai bagian dari persiapan sebelum open traffic penuh.


Infrastruktur tersebut diproyeksikan mendukung konektivitas kawasan pesisir dan jalur logistik, termasuk untuk kendaraan berat.


Dengan pengalihan tersebut, arus distribusi barang diharapkan tetap berjalan tanpa harus melintasi ruas jalan dalam kota.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.