- Presiden Ganti Kepala BGN, Dadan Hindayana Dicopot
- Kemendagri Gelar Rakor Produk Hukum Daerah di Palu, Soroti Membludaknya Regulasi Daerah
- Resmi Berakhir! Armada RJA Keluar sebagai Juara Berani Cup Donggala 2026
- Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan Mulai Cair Hari Ini, Cek Nominalnya
- Harga BBM Pertamina per 1 Juni Berubah, Pertamax Turbo Naik
- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
Masjid Perahu Pertama di Palu, Masigi Sakaya Datokarama Siap Diresmikan

Keterangan Gambar : Desain Masigi Sakaya Datokarama di Kampung Lere, Kota Palu. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Palu - Kampung Lere mencatat sejarah baru dengan hadirnya Masigi Sakaya Datokarama, masjid pertama di Kota Palu yang mengusung konsep arsitektur berbentuk perahu.
Melansir dari unggahan akun Instagram resmi @pesonalere, pembangunan masjid ini telah resmi rampung dan dijadwalkan akan diresmikan pada Kamis, 4 Desember 2025.
Baca Lainnya :
- Masjid Raya Baitul Khairaat Diproyeksikan Jadi Pusat Wisata Religi di Sulawesi Tengah
- Salat Jumat Perdana Tandai Mulainya Operasional Masjid Raya Baitul Khairaat Palu
- Anggota DPRD Palu Minta Tempat Prostitusi Ditutup, Dinilai Langgar Konsep Kota Hijau
- Harga Ikan di Palu Naik Jelang Akhir Tahun, Pedagang Sebut Faktor Cuaca dan Permintaan
- Pusat Siapkan Pelantikan Serentak KemenHU, Daerah Masih Tahap Pengisian Jabatan
"Masjid unik berarsitektur perahu ini siap memasuki tahap peresmian yang direncanakan pada Kamis, 04 Desember 2025," tulis keterangan unggahan tersebut, dikutip Sabtu (29/11/2025).
Masjid perahu ini dibangun melalui pendanaan pribadi Politikus Ahmad Ali, bekerja sama dengan komunitas Sahabat Masjid.
Konsep arsitektur Masigi Sakaya Datokarama dirancang langsung oleh Didi Iskandar, menghadirkan perpaduan desain modern dan simbolik yang kuat.
Bentuk perahu yang menjadi identitas utama masjid bukan hanya elemen visual, tetapi juga memiliki makna sejarah.
Desain ini mengabadikan perjalanan dan perjuangan Dato Karama dalam menyebarkan Islam di Palu pada masa lalu.
Filosofi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bangunan masjid sebagai pengingat perjalanan dakwah yang menjadi fondasi perkembangan Islam di wilayah tersebut.
Selain nilai historisnya, Masigi Sakaya Datokarama diproyeksikan menjadi landmark baru di kawasan Lere.
Dengan struktur bangunan yang mencuri perhatian dan didukung fasilitas ibadah yang lengkap, masjid ini diharapkan bisa menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat. (Nl/Nl)




.jpg)





