- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Geger! Warga Palupi Temukan Pria Tewas dengan Luka di Pelipis

Keterangan Gambar : Lokasi penemuan jasad pria berusia 52 tahun di rumahnya di Jalan Padat Karya, Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Minggu malam (19/10/2025), dipasangi garis polisi. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, Palu – Penemuan jasad pria berusia 52 tahun di rumahnya di Jalan Padat Karya, Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Minggu malam (19/10/2025), menggemparkan warga. Polisi menemukan luka di bagian pelipis dan memar di mata korban yang mengindikasikan dugaan kekerasan.
Korban berinisial AS pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya, SS (51 th), yang datang berkunjung bersama istrinya sekitar pukul 19.10 WITA. Saat tiba, rumah dalam kondisi gelap karena mati lampu dan pintu terbuka. Begitu masuk ke ruang tamu, saksi mendapati korban dalam posisi telungkup di lantai. Setelah dibalik, korban diketahui sudah tidak bernyawa.
Baca Lainnya :
- DPRD Palu Soroti Efisiensi Anggaran, Minta Layanan Disabilitas Tak Terdampak
- Program GENTING di Sulteng Sudah Jangkau 14 Ribu Keluarga Berisiko Stunting
- Pulang dari PON Bela Diri 2025 di Kudus, Atlet Judo dan Gulat Sulteng Apresiasi Dukungan KONI
- Tenun Lokal Palu Akan Dilindungi Lewat Perda Pelestarian Budaya
- Museum Sulawesi Tengah Jadi Ruang Edukasi Sejarah bagi Pelajar
Kapolsek Palu Selatan, AKP Muhammad Kasim, membenarkan penemuan mayat tersebut. Ia menjelaskan pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 19.30 WITA dan segera menuju lokasi bersama piket fungsi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami langsung mengamankan lokasi, memasang garis polisi, dan mengumpulkan keterangan saksi di sekitar TKP,” kata AKP Muhammad Kasim.
Dari hasil keterangan saksi KS (28 th), korban sempat menanyakan kepadanya pada Sabtu sore (18/10/2025) apakah mendengar suara ribut dari arah rumahnya beberapa malam terakhir. Saksi juga sempat melihat luka di pelipis kanan dan memar di kelopak mata korban. Saat ditanya penyebabnya, korban mengaku tidak tahu dan mengatakan kamarnya sempat berantakan saat bangun tidur.
Sekitar pukul 21.10 WITA, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sulteng untuk dilakukan visum et repertum (VER). Hasil pemeriksaan medis sementara menunjukkan adanya luka di bagian wajah yang mengarah pada dugaan kekerasan.
Kapolresta Palu, Kombes Pol Deny Abrahams, menyatakan pihaknya telah menerima laporan dari Polsek Palu Selatan dan kini tengah melakukan penyelidikan menyeluruh.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi. Tim Inafis Polresta Palu akan bekerja profesional untuk memastikan penyebab kematian korban,” ujar Kapolresta Palu.
Selain memeriksa sejumlah saksi, polisi juga menelusuri keterangan warga sekitar yang mengaku sempat mendengar suara perempuan meminta tolong dari arah rumah korban pada Kamis malam (16/10/2025) sekitar pukul 22.00 WITA.
Korban terakhir terlihat oleh warga pada Sabtu siang ketika sempat membeli rokok di kios depan rumahnya. Berdasarkan temuan itu, polisi memperkirakan korban meninggal dunia pada sore hari sebelum ditemukan malamnya.
Kapolresta menegaskan penyelidikan masih berlangsung dan hasil visum menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti kematian korban.
“Kami akan mengungkap kasus ini secara cepat dan transparan demi memberikan keadilan bagi keluarga korban serta menjaga ketenangan masyarakat,” tegas Kombes Pol Deny Abrahams. (Bim/Nl)










