- Peringatan 1 Muharram di Sulteng, Ribuan Jemaah Panjatkan Doa untuk Keselamatan Daerah
- Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Tembus 910 Kali hingga Jumat Pagi
- Korban Jiwa Akibat Gempa M 6,7 di Sigi Bertambah Jadi Tiga Orang
- Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Pantai Talise Masih dalam Penyelidikan Polisi
- Lantik Pengurus Baru KONI Palu, Fathur Razaq Minta Pembinaan Atlet Diperkuat
- Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa di Sigi, Parimo, Poso, dan Palu Selama 7 Hari
- Hingga Rabu Malam, Total Gempa Susulan M 6,7 Tembus 612 Kali
- Sumber Air Tertutup Longsor Pascagempa, Gubernur Sulteng Pastikan Kebutuhan Warga di Sigi Terpenuhi
- Jumlah Warga Terdampak Gempa di Sigi Capai Ribuan, 1 Korban Jiwa dan 1.360 Rumah Rusak
- Fokus Penanganan Pascagempa, Wagub Sulteng Sambangi RS dan Warga Terdampak
Arus Balik Nataru 2026 di Terminal Mamboro Palu Meningkat Tajam, Puncak Diprediksi 3 Januari

Keterangan Gambar : Sejumlah penumpang memadati Terminal Tipe A Mamboro, Kota Palu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Aktivitas arus balik jalur darat pasca libur Natal dan Tahun Baru 2026 di Terminal Tipe A Mamboro, Kota Palu, mulai menunjukkan peningkatan signifikan.
Jumlah armada dan penumpang yang berangkat tercatat melonjak dibandingkan periode angkutan Natal dan Tahun Baru tahun sebelumnya.
Baca Lainnya :
- Prajurit Kodam XXIII/Palaka Wira Raih Perak dan Perunggu di Open Petanque Competition 2025
- BMKG Catat 4.120 Gempa Guncang Sulawesi Tengah Sepanjang 2025
- AJI Palu Catat Tujuh Kasus Kekerasan terhadap Jurnalis di Sulteng Sepanjang 2025
- Posko Terpadu Tahun Baru di Palu Dipantau, Fokus Pengamanan dan Pelayanan Masyarakat
- Gubernur Sulteng Lantik 36 Pejabat Eselon II dan Serahkan SK 3.230 PPPK Paruh Waktu
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Mamboro, Waldi Sangkota, mengatakan hingga Jumat (2/1/2026) aktivitas terminal terpantau padat.
Ia menyebut terjadi kenaikan pergerakan armada maupun penumpang yang cukup tinggi.
“Hari ini aktivitas di Terminal Tipe A Mamboro cukup padat. Terjadi kenaikan dibandingkan masa angkutan Nataru tahun 2025,” kata Waldi Sangkota.
Waldi menjelaskan, peningkatan tersebut terlihat dari pergerakan armada yang naik hingga 163 persen.
Sementara jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Mamboro mengalami kenaikan sekitar 117 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pengelola terminal telah menyiapkan armada seperti pada awal masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2026.
Armada angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) disiagakan untuk melayani sejumlah rute utama.
“Armada AKAP yang disiapkan melayani rute Palu–Makassar, Palu–Manado, Palu–Gorontalo, dan Palu–Toraja,” ujarnya.
Selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru, rata-rata armada yang berangkat dari Terminal Mamboro mencapai sekitar 24 unit per hari.
Adapun jumlah penumpang yang berangkat dalam sehari bisa mencapai sekitar 300 orang, termasuk penumpang dewasa dan anak-anak.
Waldi menyebut jadwal keberangkatan pagi dimulai sejak pukul 07.00 Wita.
Sementara itu, kedatangan armada biasanya terjadi mulai pukul 11.00 Wita hingga sekitar pukul 16.00 Wita, dengan tambahan pemberangkatan pada sore hingga malam hari jika terjadi lonjakan penumpang.
“PO-PO biasanya menyiapkan pemberangkatan tambahan di sore hari, meskipun pada kondisi normal mereka hanya melaksanakan pemberangkatan di pagi hari,” katanya.
Terkait puncak arus balik, pihak terminal memprediksi akan terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Jumlah penumpang diperkirakan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
Waldi memperkirakan, pada puncak arus balik jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Mamboro bisa mencapai 700 hingga 800 orang dalam sehari.
“Kami memprediksi jumlah penumpang bisa sekitar dua kali lipat dari hari biasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, rute yang paling mendominasi selama arus balik adalah Palu–Manado, Palu–Makassar, dan Palu–Toraja.
Menurutnya, lonjakan penumpang tahun ini juga dipengaruhi oleh perubahan titik keberangkatan armada AKAP.
Waldi menjelaskan bahwa kendaraan AKAP yang pada tahun-tahun sebelumnya berangkat dari Terminal Tipe B, kini telah beroperasi dari Terminal Tipe A Mamboro, sehingga membuat jumlah penumpang terlihat lebih signifikan.
Selain itu, pihak terminal tetap menerapkan standar operasional prosedur terkait barang bawaan penumpang. Barang berbahaya seperti tabung gas tidak diperbolehkan dibawa ke dalam kendaraan, begitu pula kendaraan roda dua yang diangkut harus dalam kondisi tanpa bahan bakar.
“Barang-barang berbahaya seperti tabung gas tidak diperbolehkan naik ke kendaraan, apalagi yang masih berisi,” kata Waldi Sangkota. (Rul/Nl)










