- Disambut KONI Sulteng, Atlet ASKI Pulang Bawa Dua Medali Emas dari Kejurnas di Jakarta
- Hari Kartini ke-147, Perempuan Sulteng Diajak Jadi Penggerak dari Keluarga hingga Pembangunan Daerah
- Berani Gowes, Komunitas Sekte Sepeda Tuntaskan 600 Km Luwuk–Palu dalam 6 Hari
- Rico Djanggola Siap Implementasikan Arahan Presiden Terkait Dukungan Asta Cita
- Harga LPG Non Subsidi Naik Serentak, Tabung 12 Kg di Sulteng Tembus Rp 230 Ribu
- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
Gubernur Sulteng Lantik 36 Pejabat Eselon II dan Serahkan SK 3.230 PPPK Paruh Waktu

Keterangan Gambar : Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid melantik 36 pejabat eselon II, pejabat fungsional, serta menyerahkan SK pengangkatan kepada lebih dari 3.230 PPPK Paruh Waktu, Rabu (31/12) pagi. (Foto: Pemprov Sulteng)
Likeindonesia.com, Palu — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid melantik 36 pejabat eselon II, pejabat fungsional, serta menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada lebih dari 3.230 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (31/12) pagi.
Pelantikan yang didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido, itu berlangsung di Halaman Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah.
Baca Lainnya :
- Gubernur Sulteng Buka Ajang Balap Motor Terbesar Akhir Tahun 2025
- Kapolda Sulteng Tegaskan Komitmen Tertibkan Tambang Emas Ilegal
- Polda Sulteng Musnahkan Sabu 60 Kg, Hasil Ungkap Kasus Narkoba Terbesar 2025
- Sulteng Resmi Miliki Lab Megalitik Pertama untuk Pelestarian Warisan Arkeologi di Sigi
- KONI Sulteng Pastikan Kesiapan Porprov Morowali 2026, 27 Cabor Dipertandingkan
Pelantikan tersebut menandai dimulainya tanggung jawab baru bagi pejabat struktural dan aparatur sipil negara yang menerima SK pengangkatan.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Kita baru saja menerima amanah dari daerah dan negara. Mudah-mudahan amanah ini kita laksanakan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab, karena ini adalah amanah besar,” ujar Anwar Hafid.
Gubernur menyampaikan ucapan selamat kepada pejabat yang dilantik serta seluruh PPPK Paruh Waktu yang menerima SK pengangkatan.
Ia berharap seluruh ASN dapat memberikan kontribusi terbaik bagi daerah.
Anwar Hafid menekankan pentingnya loyalitas dalam membangun birokrasi pemerintahan.
Menurutnya, loyalitas menjadi fondasi utama agar roda pemerintahan dapat berjalan secara efektif.
“Tanpa loyalitas, kita tidak mungkin bekerja bersama, tidak mungkin bersatu, dan tidak mungkin mencapai cita-cita bersama. Jabatan ini adalah amanah dari Tuhan dan kepercayaan pimpinan yang harus dijaga sebaik-baiknya,” tegasnya.
Selain loyalitas, profesionalisme ASN juga menjadi perhatian. Gubernur mengingatkan agar seluruh ASN menjauhkan diri dari politik praktis dan fokus menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Bekerjalah secara profesional. Setialah kepada negara dan pemimpin. ASN yang terlibat politik praktis hanya akan merusak tatanan birokrasi,” katanya.
Kepada PPPK Paruh Waktu, Gubernur menegaskan bahwa masa kontrak kerja berlangsung selama satu tahun dan akan dievaluasi berdasarkan kinerja serta disiplin kerja.
PPPK yang tidak menunjukkan komitmen akan diberhentikan.
“Yang malas, tidak disiplin, dan hanya datang saat mau terima honor, akan kita hentikan. Masih banyak yang antre ingin menjadi PPPK,” ujarnya.
Gubernur juga menyampaikan bahwa ke depan, penilaian kinerja pejabat tidak hanya berasal dari pimpinan, tetapi juga dari bawahan.
“Penilaian pejabat tidak hanya dari atas, tetapi juga dari bawah. Kalau ada pimpinan yang tidak bekerja dan tidak bertanggung jawab, sampaikan,” kata Anwar Hafid.
Kepada pejabat eselon II yang baru dilantik, Gubernur meminta agar langsung bekerja tanpa menunggu serah terima jabatan maupun seremoni tambahan.
“Hari ini buku sudah ditutup. Yang lama selesai tugasnya, yang baru langsung bekerja. Tidak perlu lagi seremoni-seremoni,” tegasnya.
Anwar Hafid juga menegaskan komitmennya terhadap integritas dan etika aparatur sipil negara, khususnya terkait pelanggaran berat seperti korupsi.
“Kalau ada kasus korupsi, pasti diberhentikan di tengah jalan. Integritas dan etika adalah harga mati,” ujarnya.
Pelantikan dan penyerahan SK ini menjadi bagian dari penataan birokrasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperkuat kinerja aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik. (Rul/Nl)










