- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
- Tim SAR Selamatkan Remaja Perempuan dari Atas Tower PLN di Tipo
- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
Pemerintah Tambah Penerima Bansos, 33,2 Juta Warga Bakal Dapat Beras 664 Ribu Ton

Keterangan Gambar : Beras Bulog. (Foto : iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta – Pemerintah menambah jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan pangan menjadi 33,2 juta orang. Bantuan pangan berupa beras ini akan disalurkan untuk alokasi Februari dan Maret 2026, dengan total beras yang disiapkan mencapai sekitar 664,8 ribu ton.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan setiap penerima akan mendapatkan 10 kilogram (kg) beras per bulan. Karena disalurkan untuk dua bulan sekaligus, maka masing-masing KPM akan menerima total 20 kg beras.
Baca Lainnya :
- Resmi! Baznas Tetapkan Zakat Fitrah Rp50 Ribu per Jiwa di Ramadan 2026
- Awal Ramadan 2026, Siswa Dapat Libur Sekolah Selama Tiga Hari
- Sejumlah Peserta PBI JK Dinonaktifkan, BPJS: Bukan Dicabut, Bisa Direaktivasi
- Wajib Tahu, Ini 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Termasuk Cedera Akibat Hobi
- Catat! Jadwal Libur Lebaran 2026, Cuti Bersama di 20, 23, 24 Maret
“Kalau dari sebelumnya 18 juta, sekarang 30 juta (penerima). (Beras yang disalurkan) Ya tinggal dikalikan, 20 kg x 30 juta (penerima), sekitar 600 ribu ton,” ujar Rizal saat Panen Festival 2026 di Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026), dikutip dari detikFinance.
Ia menuturkan, proses penyaluran bantuan pangan tersebut direncanakan dimulai pada pertengahan Maret 2026. Penyaluran dilakukan sekaligus untuk alokasi Februari dan Maret, sehingga penerima langsung memperoleh 20 kg beras.
“Estimasi kami (penyaluran) bulan-bulan Maret lah. Pertengahan Ramadan untuk meringankan beban para masyarakat,” katanya.
Untuk mendukung program ini, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp11,92 triliun yang dialokasikan untuk pengadaan dan penyaluran bantuan sosial. Tugas penyaluran bantuan pangan tersebut sepenuhnya diserahkan kepada Perum Bulog.
Kebijakan ini merupakan hasil High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) yang digelar di Jakarta pada 29 Januari 2026 dan dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Jumlah KPM diperluas dengan menyasar masyarakat desil I hingga IV, sebagaimana penerima program Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra). Dengan penambahan ini, jumlah penerima bantuan pangan beras dan minyak goreng untuk alokasi Februari–Maret 2026 meningkat menjadi 33,2 juta KPM setiap bulan.
Angka tersebut setara dengan 81,9 persen dari total penerima program serupa sebelumnya yang berada di kisaran 18,2 juta KPM per bulan. Selain beras, setiap KPM juga akan menerima 2 liter minyak goreng untuk alokasi satu bulan.
Secara rinci, untuk penyaluran dua bulan sekaligus, Bulog akan mengeluarkan stok beras sebesar 664,8 ribu ton serta minyak goreng sebanyak 132,9 ribu kiloliter. (Nul/Nl)


_2.jpg)







