- Irjen Rizal Irawan Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Gantikan Irjen Nasri
- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
Palu Peringati 21 Tahun Penembakan Pdt. Susianti Tinulele, Serukan Pesan Damai dan Toleransi

Keterangan Gambar : Warga Kota Palu memperingati 21 tahun penembakan terhadap Pendeta Susianti Tinulele, Jumat (18/7). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Warga Kota Palu memperingati 21 tahun penembakan terhadap Pendeta Susianti Tinulele dengan serangkaian kegiatan yang berlangsung khidmat, Jumat (18/7).
Acara utama digelar di depan Monumen Rekonsiliasi, Gereja Effatha Palu, dan dihadiri unsur pemerintah serta tokoh lintas agama.
Baca Lainnya :
- Harga Beras Melonjak, Bulog Sulteng Pastikan Stok Aman hingga Tahun Depan
- Pemkot Palu dan Bulog Salurkan 4,4 Ton Beras Bantuan ke Warga Kelurahan Baru
- BMA Sulteng Siapkan Pelaksanaan Sanksi Adat Terhadap Gus Fuad Pleret
- Warga Keluhkan Dugaan Nepotisme dalam Penyaluran Bantuan UMKM di Palu
- Rp5, 2 Miliar Terancam Raib, Satgas Pasti Ungkap Praktik Impersonasi OMC di Palu
Peringatan yang rutin digelar setiap tahun itu terdiri atas tabur bunga di makam almarhumah pada pagi hari dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) pada malam harinya.
KKR dipimpin langsung oleh Pdt. Yandi Madombe, S.Th.
Ketua Jemaat Gereja Effatha Palu, Pdt. Deniys Montolu, menegaskan bahwa peringatan ini lebih dari sekadar rutinitas keagamaan, tetapi menjadi ruang refleksi atas pentingnya membangun kehidupan sosial yang damai dan penuh toleransi.
"Konflik di masa lalu adalah pelajaran berharga yang menguatkan iman dalam Kristus. Melalui peringatan ini, kita terus berkomitmen membangun hubungan sosial yang rukun dan damai, serta mempersiapkan generasi gereja yang teguh dan kuat dalam kasih," ujarnya.
Tragedi yang merenggut nyawa Pdt. Susianti Tinulele pada 2004 silam kini menjadi simbol perjuangan dalam pelayanan dan keberanian menghadapi situasi konflik.
Peringatan tahun ini kembali menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai damai, toleransi, dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk. (Rul)




_2.jpg)





