- Irjen Rizal Irawan Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Gantikan Irjen Nasri
- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
Harga Beras Melonjak, Bulog Sulteng Pastikan Stok Aman hingga Tahun Depan

Keterangan Gambar : Penyaluran bantuan pangan berupa beras kepada warga di Kelurahan Baru, Kecamatan Palu Barat, Jumat (18/7/2025) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Lonjakan harga beras yang belakangan terjadi di sejumlah pasar tradisional di Kota Palu dan sekitarnya mendapat respons dari Perum Bulog Kanwil Sulteng.
Meski harga di tingkat pedagang terus merangkak naik, pihak Bulog memastikan stok beras di Sulawesi Tengah dalam kondisi aman.
Baca Lainnya :
- Pemkot Palu dan Bulog Salurkan 4,4 Ton Beras Bantuan ke Warga Kelurahan Baru
- BMA Sulteng Siapkan Pelaksanaan Sanksi Adat Terhadap Gus Fuad Pleret
- Warga Keluhkan Dugaan Nepotisme dalam Penyaluran Bantuan UMKM di Palu
- Rp5, 2 Miliar Terancam Raib, Satgas Pasti Ungkap Praktik Impersonasi OMC di Palu
- Harga Beras di Palu Tembus Rp18 Ribu per Kilogram, DPRD Minta Pemerintah Lakukan Intervensi
Hal itu disampaikan oleh Edi Apriadi, Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik (SCPP) Bulog Kanwil Sulteng, kepada media ini Jumat (18/7) pagi.
Ia menyebutkan, stok beras yang dikuasai Bulog di wilayah Sulawesi Tengah saat ini mencapai 28 ribu ton.
“Secara se-Sulteng kami mempunyai stok 28 ribu ton, itu cukup sampai dengan tahun depan,” ujar Edi.
Seiring kenaikan harga di pasar rakyat, Bulog telah menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara masif di beberapa titik strategis, termasuk Pasar Masomba dan Pasar Inpres Manonda.
“Menanggapi harga naik di pasar, pemerintah juga melalui Perum Bulog sudah menyalurkan SPHP secara masif di pasar-pasar rakyat di Masomba dan Inpres,” kata Edi menambahkan.
Selain itu, Bulog berencana menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam waktu dekat.
Kegiatan ini akan dipusatkan di Kantor Pos sebagai salah satu upaya untuk menekan harga dan menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
“Kita juga akan melaunching GPM di kantor pos,” tutupnya.
Sebagai informasi, harga beras medium di sejumlah pasar tradisional di Palu saat ini menyentuh kisaran Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram.
Kenaikan ini dikeluhkan oleh sejumlah warga karena mulai membebani pengeluaran rumah tangga, terutama menjelang tahun ajaran baru dan masa paceklik produksi di beberapa daerah sentra pertanian.
Pemerintah daerah diharapkan memperkuat koordinasi lintas instansi untuk mengatasi gejolak harga, termasuk optimalisasi penyaluran beras SPHP serta program intervensi langsung lainnya seperti GPM dan bantuan pangan. (Rul)




_2.jpg)





