- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
- Tim SAR Selamatkan Remaja Perempuan dari Atas Tower PLN di Tipo
- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
Menkes Sebut Rumah Sakit Tak Boleh Tolak Pasien Walau Tak Punya KTP

Keterangan Gambar : Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. (Foto: kemkes.go.id)
Likeindonesia.com, Jakarta - Rumah sakit (RS) kini tidak boleh menolak pasien tanpa kartu tanda penduduk (KTP), terutama jika pasien dalam kondisi kritis. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.
"Ya seharusnya kalau ada pasien masuk rumah sakit dan kritis itu tidak boleh ditolak ya," ujar Budi di Gedung DPR, dikutip dari Kompas.com, Rabu (26/11/2025).
Baca Lainnya :
- Periode Kenaikan Pangkat ASN Resmi Ditambah dari 6 Jadi 12 Kali Setahun
- Layanan Internet Rakyat Sudah Bisa Diakses di Sejumlah Kota dari Jawa hingga Papua
- PNS Siap-Siap, Gaji Bakal Dirombak Jadi Single Salary Tahun Depan
- Bank Mandiri Buka Akses KUR hingga Rp500 Juta untuk UMKM
- Rusia Siapkan Turnamen Piala Dunia Paralel untuk Tim yang Tak Lolos Kualifikasi FIFA Word Cup 2026
Budi memastikan, rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan akan menerima pasien-pasien meski tidak memiliki KTP.
"Rumah sakit-rumah sakit daerah ini kan mitranya BPJS, itu yang nanti akan dipastikan. Tapi kalau masuk ke rumah sakit Kemenkes, kita sih kalau ada emergency pasti kita (terima)," ucap Budi.
Adapun pernyataan Budi tersebut merupakan respons atas kasus masyarakat suku Baduy yang menjadi korban begal di Jakarta Pusat, namun ditolak masuk RS karena tidak mengantongi kartu identitas. (Nl/Nl)










