- Arab Saudi Salurkan 100 Ton Kurma ke Indonesia Jelang Ramadan, Siap Dibagi ke Masjid hingga Kampus
- Pre Launching Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Dua Rute Baru Segera Dibuka
- Menkeu Purbaya Siapkan Rp55 Triliun untuk THR ASN 2026, Target Cair Awal Ramadan
- Viral! Siswi MTs di Sigi Minta Menu MBG Dibuat Enak untuk Kado Ulang Tahun Ayahnya
- Johnny Limbunan Cup ke-18 Resmi Bergulir, Wadah Pembinaan Atlet Sulteng
- Sulteng Disambar 26.003 Petir dalam Sepekan, 10 Februari Paling Tinggi
- Aksi Bersih Serentak di Pantai Kampung Nelayan dan Pasar Masomba, 3 Ton Sampah Diangkut
- Jembatan Palu IV dan Elevated Road Resmi Dibuka, Warga Sudah Bisa Melintas
- Sesar Palu Koro Aktif, Donggala Tiga Kali Diguncang Gempa
- Denda Tunggakan BPJS Kelas 3 Akan Dihapus, Perpres Disiapkan
Lapas Tolitoli Gelar Program Pemberantasan Buta Aksara bagi Warga Binaan

Keterangan Gambar : Lapas Kelas IIB Tolitoli menggelar kegiatan pembelajaran pemberantasan buta aksara kepada warga binaan di Perpustakaan Lapas Tolitoli, Rabu (7/1/2026). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Tolitoli – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli menggelar kegiatan pembelajaran pemberantasan buta aksara bagi warga binaan yang belum memiliki kemampuan baca tulis dan berhitung.
Kegiatan ini berlangsung di Perpustakaan Lapas Tolitoli, Rabu (7/1/2026), mulai pukul 09.00 WITA.
Baca Lainnya :
- Gunardi AK Mulai Diperhitungkan Jadi Ketua Golkar Tolitoli
- admin
- Hacked By Danzvorever
- Angin Puting Beliung Terjang Desa Bajugan, 8 KK Terdampak
- . /Raiden ganteng Ft ./Kuncen Haxor
Program tersebut diikuti oleh warga binaan yang telah terdata sebagai peserta pendidikan dasar dan menjadi bagian dari pembinaan pendidikan melalui skema Pendidikan Kesetaraan Paket B.
Kegiatan ini ditujukan untuk memenuhi hak pendidikan warga binaan sekaligus mendukung proses pembinaan selama menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, mengatakan program pemberantasan buta aksara merupakan salah satu bentuk pembinaan yang difokuskan pada peningkatan kapasitas dasar warga binaan.
“Masih ada warga binaan yang memiliki keterbatasan dalam kemampuan baca tulis dan berhitung. Melalui kegiatan ini, kami berupaya memastikan mereka tetap mendapatkan hak pendidikan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Mansur.
Materi pembelajaran disampaikan oleh petugas registrasi Lapas Tolitoli dengan dukungan peserta magang.
Dalam sesi tersebut, warga binaan mendapatkan pengenalan materi dasar Pendidikan Kewarganegaraan, mulai dari pengertian norma, sifat-sifat norma, hingga jenis-jenis norma dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Mansur, materi tersebut dipilih untuk menanamkan pemahaman nilai sosial dan kebangsaan yang dinilai penting dalam proses pembinaan kepribadian warga binaan.
Ia menambahkan, pembinaan pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik dasar, tetapi juga membentuk sikap dan pem understanding tentang hidup bermasyarakat secara lebih baik setelah menjalani masa pidana.
Lapas Tolitoli berencana melanjutkan program serupa secara bertahap sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan, khususnya bagi warga binaan dengan latar belakang pendidikan rendah. (Rul/Nl)










