- Irjen Rizal Irawan Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Gantikan Irjen Nasri
- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
Lapas Tolitoli Gelar Program Pemberantasan Buta Aksara bagi Warga Binaan

Keterangan Gambar : Lapas Kelas IIB Tolitoli menggelar kegiatan pembelajaran pemberantasan buta aksara kepada warga binaan di Perpustakaan Lapas Tolitoli, Rabu (7/1/2026). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Tolitoli – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli menggelar kegiatan pembelajaran pemberantasan buta aksara bagi warga binaan yang belum memiliki kemampuan baca tulis dan berhitung.
Kegiatan ini berlangsung di Perpustakaan Lapas Tolitoli, Rabu (7/1/2026), mulai pukul 09.00 WITA.
Baca Lainnya :
- Gunardi AK Mulai Diperhitungkan Jadi Ketua Golkar Tolitoli
- admin
- Hacked By Danzvorever
- Angin Puting Beliung Terjang Desa Bajugan, 8 KK Terdampak
- . /Raiden ganteng Ft ./Kuncen Haxor
Program tersebut diikuti oleh warga binaan yang telah terdata sebagai peserta pendidikan dasar dan menjadi bagian dari pembinaan pendidikan melalui skema Pendidikan Kesetaraan Paket B.
Kegiatan ini ditujukan untuk memenuhi hak pendidikan warga binaan sekaligus mendukung proses pembinaan selama menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, mengatakan program pemberantasan buta aksara merupakan salah satu bentuk pembinaan yang difokuskan pada peningkatan kapasitas dasar warga binaan.
“Masih ada warga binaan yang memiliki keterbatasan dalam kemampuan baca tulis dan berhitung. Melalui kegiatan ini, kami berupaya memastikan mereka tetap mendapatkan hak pendidikan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Mansur.
Materi pembelajaran disampaikan oleh petugas registrasi Lapas Tolitoli dengan dukungan peserta magang.
Dalam sesi tersebut, warga binaan mendapatkan pengenalan materi dasar Pendidikan Kewarganegaraan, mulai dari pengertian norma, sifat-sifat norma, hingga jenis-jenis norma dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Mansur, materi tersebut dipilih untuk menanamkan pemahaman nilai sosial dan kebangsaan yang dinilai penting dalam proses pembinaan kepribadian warga binaan.
Ia menambahkan, pembinaan pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik dasar, tetapi juga membentuk sikap dan pem understanding tentang hidup bermasyarakat secara lebih baik setelah menjalani masa pidana.
Lapas Tolitoli berencana melanjutkan program serupa secara bertahap sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan, khususnya bagi warga binaan dengan latar belakang pendidikan rendah. (Rul/Nl)




_2.jpg)





