- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
- Terungkap Setelah Dua Tahun Hilang, Paramitha Dibunuh Sopir Travel saat Perjalanan ke Morowali
- Perkembangan Kasus Pembunuhan Keluarga di Duyu, 9 Saksi Diperiksa dan Pelaku Masih Diburu Polisi
- 180 Gempa di Sulteng Tercatat pada Minggu Pertama Agustus
Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek 2577 di Palu

Keterangan Gambar : Pertunjukan barongsai digelar usai rangkaian ibadah di Vihara Karuna Dipa, Selasa (17/2/2026). (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu - Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Palu semakin semarak dengan pertunjukan barongsai yang digelar usai rangkaian ibadah di Vihara Karuna Dipa, Selasa (17/2/2026).
Atraksi barongsai menarik perhatian umat dan masyarakat yang hadir.
Baca Lainnya :
- Wakil Ketua MPR Kawal Langsung Pembangunan Jembatan di Tiga Titik Sulteng
- Fajar Al Amri Tampil Lawan Ketua POBSI Sulteng di Funmatch Palu
- Sambut Ramadan, KHAS Palu Hotel Hadirkan Promo Buka Puasa dan Paket Menginap Berkah Ramadan
- Mengintip Persiapan H-1 Imlek di Klenteng dan Vihara Kota Palu
- Jelang Penentuan Awal Ramadan, Pengamatan Hilal di Sulteng Bakal Digelar di Desa Marana
Gerakan lincah barongsai diiringi tabuhan musik tradisional menghadirkan suasana meriah dalam perayaan tahun baru masyarakat Tionghoa.
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, menjelaskan barongsai merupakan tradisi yang telah lama identik dengan perayaan Imlek.
“Barongsai dimainkan sebagai simbol kegembiraan dalam menyambut Tahun Baru Imlek,” ujarnya.
Ia menuturkan, pertunjukan barongsai menjadi bagian yang hampir tidak terpisahkan dari perayaan tahun baru masyarakat Tionghoa, karena menghadirkan suasana kebahagiaan dan kebersamaan.
Menurut Wijaya, Imlek sendiri merupakan perayaan tahun baru bagi etnis Tionghoa tanpa memandang agama, sehingga tradisi budaya seperti barongsai tetap dilestarikan di berbagai daerah.
Selain sebagai tradisi budaya, ia menambahkan barongsai kini juga berkembang sebagai cabang olahraga resmi.
“Saat ini, barongsai juga telah berkembang menjadi salah satu cabang olahraga resmi di Indonesia yang berada di bawah naungan Persatuan Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI). Jadi selain sebagai tradisi budaya, barongsai juga memiliki nilai sportivitas,” katanya.
Pertunjukan barongsai tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bagian dari ekspresi budaya yang menandai kegembiraan menyambut tahun baru, sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat dalam perayaan Imlek. (Rul/Nl)


.jpg)







