- Keluhan Air Bersih Warga Griya Tadulako Ditindaklanjuti Ketua Komisi B DPRD Palu
- Ucu Susanto Tampung Usulan Warga soal Majelis Taklim hingga Pemberdayaan Remaja
- KONI Sulteng Dukung Perhelatan Piala Soeratin U-15 dan U-17 hingga Penutupan
- Toili Disiapkan Jadi Percontohan Pertanian Modern di Sulawesi Tengah
- Produksi Perikanan Sulteng Naik, Capai 658 Ribu Ton pada 2025
- Indonesia Dikelilingi 14 Zona Megathrust, Ini Daftar dan Potensi Magnitudonya
- Ratusan Sopir Truk Keluhkan QR Code BBM Subsidi, Pertamina Siapkan Layanan di SPBU Mamboro
- Rekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu Palu, Tersangka Peragakan 34 Adegan
- Usia 17 Tahun Bakal Otomatis Punya Rekening Bank, Ada Saldo Rp50 Ribu
- Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda Saat Menuju Lokasi Gunung Anak Krakatau
Akuntan Didorong Jadi Motor Transparansi dan Keberlanjutan
.jpg)
Keterangan Gambar : Simposium Nasional Akuntansi (SNA) ke-28 berlangsung di Auditorium Universitas Tadulako (Untad), Rabu (10/9). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Peran akuntan dinilai semakin strategis dalam mendukung pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Hal itu mengemuka dalam Simposium Nasional Akuntansi (SNA) ke-28 yang resmi dibuka di Auditorium Universitas Tadulako (Untad), Rabu (10/9) pagi.
Baca Lainnya :
- Baru 11 Bulan Menjabat, Menteri Asal Sulteng Abdul Kadir Karding Digantikan dalam Reshuffle Kabinet
- Rakyat vs Perusahaan Sawit di Tolitoli: DPRD Sulteng Ambil Langkah Tegas
- 431 Mahasiswa Unismuh Palu Resmi Sandang Gelar Akademik
- Tradisi Rebutan Pohon Telur Meriahkan Maulid Nabi di Pasar Masomba
- Pajak Warung Tradisional di Palu Direvisi, Pedagang Harap Berlaku Merata
Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, menyebut kehadiran ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi merupakan wujud kepercayaan terhadap Untad sebagai tuan rumah.
Ia menekankan bahwa akuntansi harus mampu menjawab isu-isu aktual, termasuk keberlanjutan dan kearifan ekonomi lokal.
“Harapan kita kearifan ekonomi masyarakat lokal juga perlu menjadi bahan pertimbangan ke depannya,” ujarnya.
Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI, Dr. Ardan Adiperdana, mengingatkan bahwa profesi akuntan kini menghadapi tantangan besar di tengah perubahan iklim dan transisi menuju ekonomi hijau.
Menurutnya, perguruan tinggi berperan penting menyiapkan calon akuntan dengan pemahaman pelaporan berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi digital.
Ia menekankan, “Kurikulum akuntansi perlu diperkuat dengan materi pelaporan berkelanjutan dan teknologi digital agar siap menuju transisi ekonomi hijau.”
Senada dengan itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Renny A. Lamadjido, menilai simposium ini bukan sekadar pertemuan ilmiah, melainkan ruang kolaborasi lintas bidang.
Ia menegaskan akuntansi kini mencakup aspek yang lebih luas.
“Akuntansi sekarang bukan hanya bercerita tentang finance, tapi juga tentang risk,” katanya.
Sementara itu, Anggota III BPK RI, Dr. Akhsanul Khaq, menyoroti pentingnya peran akuntan dalam mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Menurutnya, angka dan laporan hanyalah instrumen, sementara tujuan yang lebih besar adalah akuntabilitas.
Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi profesi akuntan tidak ringan, mulai dari keterbatasan data, resistensi perubahan, hingga disrupsi teknologi.
Simposium yang berlangsung hingga 12 September ini mempertemukan akademisi, regulator, dan praktisi akuntansi dari seluruh Indonesia.
Diskusi panel dan forum bidang studi digelar untuk memperkuat arah penelitian serta menyelaraskan kurikulum akuntansi dengan kebutuhan global. (Rul/Nl)










